kore selatan,FN TIM putra paralayang Indonesia sukses menyabet medali emas di Asian Games 2018. Aris Apriansyah, Hening Paradigma, Thomas Widyananto, Rony Pratama, dan Jafro Megaranto berhasil menjadi yang paling akurat ketika mendarat di Gunung Mas, Puncak, Jawa Barat, Rabu (22/8).
Dari enam ronde, mereka menghasilkan total 1.104 poin. Sementara peringkat kedua dengan nilai 1.771 poin diduduki oleh tim putra dari Korea Selatan (Korsel). Tim putra Thailand meraih podium ketiga dengan hasil 1.901 poin.
“Ini kerja keras atlet dan seluruh tim. Jika tidak ada kerja sama, medali emas tidak akan. Hasil ini juga buah dari upaya kami selama dua tahun berlatih,” kata kepala pelatih tim nasional paralayang Indonesia Gendon Subandono seusai pertandingan. “Mereka telah membuktikan dengan saling kompak akhirnya bisa meraih hasil terbaik,” imbuh dia.
Gendon menjelaskan, kunci kemenangan anak asuhnya terbilang sederhana. Aris dkk hanya perlu unggul di babak awal guna tidak kesulitan di tengah dan akhir pertandingan. Strategi tersebut memang berhasil karena atlet Korsel sempat tampil impresif dan m
Sementara itu, tim putri Indonesia hanya mampu meraih medali perak setelah Aris dan yang lainnya memastikan dapat mesali emas. Tim putri yang diperkuat oleh Rika Wijayanti, Ike Ayu Wulandari, dan Lis Andriana, hanya mampu mendulang 2.122 poin atau selisih tipis dari tim Thailand yang mencatatkan 2.122 poin. Sementara tim Korsel di urutan ketiga dengan 2.363 poin.
Gendon mengatakan kendala yang dijumpai oleh tim putri, ialah tiupan angin yang tidak menentu. “Meski sekadar medali perak, itu juga wajib diapresiasi, kami tidak kecewa. Mereka pasti sudah berjuang keras untuk menyumbangkan prestasi bagi Indonesia,” kata manajer tim nasional Wahyu Yudha. (OL-7)
emperbaiki perolehan poin mereka.













