Mersa Tersisi Tampa Ada Perhatian, 7 Kades Akan Mengadap Gubernur Bengkulu

Terlihat Jalan Penghubung dari kabupaten menuju ke Desa Langgar Jaya kepahiang yang belum ada sentuhan Pemerinta daerah Kepahiang sampai saat ini, Rabu. (23/02/2023).(Poto:Suprayogi/Flamboyannews.com)
Terlihat Jalan Penghubung dari kabupaten menuju ke Desa Langgar Jaya kepahiang yang belum ada sentuhan Pemerinta daerah Kepahiang sampai saat ini, Rabu. (23/02/2023).(Poto:Suprayogi/Flamboyannews.com)

Flamboyannews.com, Kepahiang – Pemerintah Desa (Pemdes) langgar jaya kecamatan Bermani ilir kabupaten kepahiang mengeluhkan terkait Pembangunan Jalan penghubung antara kabupaten menuju ke Desa langgar jaya yang sudah puluhan tahun kondisinya masih jalan tanah dan berlumpur.

Bayangkan meski indonesia sudah merdeka, Namun berbeda dengan nasib Warga yang berdomisili di desa Lannggar Jaya kecamatan Bermani ilir kabupaten kepahiang sudah puluhan tahun merasa tersisih tanpa ada perhatian, baik dari pemerintah daerah maupun provinsi Bengkulu.

Baca Juga : Audiensi DPD IPSA Bengkulu Dengan Pemkesra Pemprov Bengkulu

Kepala Desa langgar jaya Salim menceritakan perihal kondisi jalan menuju ke wilayah desa Langgar Jaya sudah puluhan tahun tidak perna di bangun oleh pemerintah. Padahal menurut Salim meski sudah beberapa kali pihaknya bersama 7 kepala desa mengusulkan profosal pembangunan jalan dan jembatan melalui pemerintah kecamatan Bermani Ilir tapi sampai saat ini tidak perna berhasil.

Bahkan kami selaku kepala pemerintah di tingkat desa, bersama 7 (Tujuh) desa lainnya merasa sangat kecewa dengan pemerintah kabupaten kepahiang maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu, lantaran seolah- olah tidak peduli dengan penderitaan masyatakatnya.

Baca Juga : Diskominfo Turut Berikan Sosialisasi Pedoman Kepada OPD

“Kami 7 desa ini sudah puluhan tahun merasa menderita, Bahkan akibat jalan dan  Jembatan Beton yang kami ajukan ke pemerintah kabupaten Kepahiang tak kunjung di bangun, justru tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tapi ekonomi masyarakat yang berada di 7 (Tujuh) desa ini juga semangkin memburuk.” Keluh Salim kepada media ini saat di temui wartawan di kediamannya, pada Rabu sore (23/02/2023)

Dikatakannya, Profosal yang mereka ajukan ke pemerintah kabapaten kepahiang melalui kecamatan Bermani ilir tersebut, yakni pembangunan Jembatan jenis Beton dan pembangunan Jalan penghubung atar 7  desa, yakitu dari desa Muara Langkap menuju ke desa Cinta Mandi – Desa Sosokan Cinta Mandi – Desa Langgar Jaya – Desa Sosokan Taba – serta Desa Batu Bandung.

Baca Juga : Pemkot Menghimbau Seluruh OPD Untuk Ikut Serta Memeriakan

Dari pemerintah kabupaten Kepahiang, khususnya kepala desa langgar jaya akan trus Berjuang agar pembangunan  jalan yang menuju ke desa langgar jaya menuju ke wilayah desa lainnya mendapat perhatian dari pemerintah. Bahkan belum lama ini saya sudah mencoba menemui bapak Bupati Kepahiang, untuk menanyakan kejelasan pembanguan jalan Desa langgar jaya yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.” ungkap Salim

Ia juga menceritakan perihal saat bertemu  dengan orang nomor satu di kabupaten kepahiang tersebut, justru bukan mendapat respon positif dari Bupati, melainkan menerima keluhan, dengan alasan untuk pembangunan jembatan beton dan jalan itu  tidak ada anggaran.

”Percuma sudah menghadap Bupati, tapi lagi- lagi gagal. Bukannya mendapatkan jawaban yang memuas kan dari Bupati Kepahiang namun kata bupati terkendala soal pinjaman Daerah yang tidak diberikan rekomendasi dari  Kementrian keuangan RI. Sehingga Daerah belum ada dana untuk kelanjutan pembangunan jalan langgar jaya” Ujarnya sembari meniru jawaban Bupati Hidayat

Lanjut Salim, Insya Allah dalam waktu dekat ini saya akan meminta rekomendasi dari pemerintah kabupaten Kepahiang khusus nya kepada Bapak Bupatibuntuk mengajukan proposal pembangunan jalan langgar jaya ke pemerintah provinsi Bengkulu, bila perlu mengahadap pak Gubernur Rohidin,  dengan harapan bisa mendapatkan perhatian dari Pemerintah Provinsi Bengkulu, “demikian pungkas Salim”. (SG)