Seluma  

Jembatan Besi di Desa Simpang Yang Sempat Viral, Begini Tanggapan Bupati Seluma

Bupati dan Wakil Bupati Seluma Erwin Octavian dan Gustianto, Selasa (11/07/2023).Flamboyan/Sulistini
Bupati dan Wakil Bupati Seluma Erwin Octavian dan Gustianto, Selasa (11/07/2023).Flamboyan/Sulistini

Flamboyannews.com, Seluma – Jembatan Desa Simpang, Kecamatan Seluma Utara, Kabupaten Seluma yang rusak belum ada kepastian kapan ditangani oleh pemerintah daerah.

Kondisi jembatan gantung yang tinggal kerangka besi itu sempat viral lantaran masih digunakan para pelajar untuk menyeberangi sungai menuju sekolah. Aksi menantang maut para pelajar itu menjadi perhatian serius para netizen.

Baca Juga : Dinas Perikanan Dukung Tumbuhnya Budidaya Ikan Nila dan Lele di Bengkulu Utara

Bupati Seluma Erwin Octavian mengaku belum mendapatkan informasi yang valid terkait kondisi jembatan tersebut.

Ia akan kordinasi terlebih dahulu dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seluma, apakah jembatan itu bisa dibangun kembali atau tidak pada tahun 2023 ini.

“Untuk jembatan Desa Simpang perlu kita cek dulu di Dinas Bencana Alam, bagaimana kondisi terakhir jembatan itu,” kata Bupati, Selasa (11/07/2023).

Baca Juga : Bupati dan Wakil Bupati Seluma Hadiri Cakender OF Event Tahum 2023 di Objek Wisata Napal Jungur

Sama halnya seperti Jembatan Desa Simpang, kondisi jembatan Desa Skalak yang juga viral dipublik lantaran sudah putus selama puluhan tahun lalu belum juga mendapat kepastian kapan dilakukan perbaikan.

“Kalau keadaannya memang seperti itu akan kita perbaiki lagi, pastinya kita cek dulu,” ujar Bupati.

Sebelumnya, sempat muncul video berdurasi 45 detik yang memperlihatkan beberapa pelajar menggunakan seragam putih biru sedang menantang maut dengan menitih jembatan kerangka besi yang sudah rusak parah.

Para pelajar itu belakangan diketahui merupakan warga Desa Simpang, Kecamatan Seluma Utara Kabupaten Seluma, Bengkulu.

Baca Juga : Segera Lakukan Pembangunan, Bupati dan Kementerian PUPR RI Tinjau Pasar Induk Purwodadi

Mereka nekat melinatasi lantaran jembatan itu satu-satunya akses tercepat untuk menuju ke sekolah.

Tak hanya jembatan Desa Simpang, aksi nekat Warga Desa Skalak yang menantang maut dengan menyeberangi sungai berarus deras juga hangat jadi perbincangan publik.

Aksi itu dilakukan lantaran jembatan penghubung mereka sudah putus sejak puluhan tahun lalu.

Editor : Gina Rivaldo