BOJONEGORO – Di tengah kesibukan membangun jalan, drainase, dan rumah layak huni, sebuah momen sederhana di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, justru menjadi potret paling menyentuh dari pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro.
Bukan alat berat atau pengecoran jalan yang menjadi perhatian kali ini, melainkan jabat tangan hangat antara Serda Risky, personel Satgas TMMD, dengan Mbah Zaeni, seorang petani tembakau yang tengah beristirahat di pematang sawah usai merawat tanamannya.
Dengan penuh hormat, Serda Risky menghampiri dan menyapa warga sepuh tersebut. Obrolan ringan yang berlangsung di tengah hamparan ladang tembakau berubah menjadi simbol kuat kedekatan TNI dengan masyarakat.
Senyum Mbah Zaeni pun mengembang saat berbincang santai dengan prajurit yang datang bukan hanya membawa semangat pembangunan, tetapi juga perhatian dan kepedulian kepada warga.
Menurut Serda Risky, komunikasi sosial atau Komsos merupakan bagian penting dari pelaksanaan TMMD.
“TMMD bukan hanya membangun jalan, drainase, atau rumah. Yang tidak kalah penting adalah membangun hubungan emosional dan rasa kekeluargaan dengan masyarakat. Mendengarkan cerita serta mengetahui apa yang dirasakan warga menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujarnya.
Melalui perbincangan sederhana di ladang, Satgas TMMD dapat mendengar langsung berbagai harapan dan persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari kondisi pertanian hingga kehidupan sehari-hari. Pendekatan humanis seperti inilah yang menjadi ruh dalam pelaksanaan TMMD.
Bagi warga Desa Kesongo, kehadiran para prajurit tidak lagi dipandang sebagai aparat yang berjarak. Mereka telah menjadi bagian dari keluarga, sahabat, sekaligus mitra yang selalu hadir membantu masyarakat.
Program TMMD ke-129 yang berlangsung sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.” Selain membangun jalan cor beton di Dusun Mundu dan Kedungpandan, program ini juga mencakup pembangunan sumur bor, drainase, rehabilitasi sekolah, normalisasi sungai, serta peningkatan kualitas Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH).
Namun di balik berbagai pembangunan fisik tersebut, TMMD juga meninggalkan warisan yang tak kalah berharga, yakni tumbuhnya rasa saling percaya, kepedulian, dan persaudaraan antara TNI dan masyarakat.
Momen sederhana di ladang tembakau itu menjadi bukti bahwa membangun desa tidak hanya dilakukan dengan semen dan beton, tetapi juga melalui sapaan hangat, jabat tangan yang tulus, dan komunikasi yang lahir dari hati. Dari situlah kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kokoh, menjadi fondasi penting bagi kemajuan Desa Kesongo dan Indonesia.












