Banjarnegara – Usia senja tidak menjadi alasan untuk berhenti mengabdi kepada desa. Dengan langkah perlahan namun penuh semangat, Rusmaji (75) terlihat memanggul papan bekisting menuju lokasi pembangunan rabat beton di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara. Di tengah pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara, semangat yang ditunjukkan pria lanjut usia itu menjadi inspirasi bagi seluruh warga dan anggota Satgas, Jumat (24/07/2026).
Papan-papan yang dipanggul Rusmaji akan digunakan sebagai bekisting, yaitu cetakan untuk pengecoran rabat beton sepanjang 737 meter, dengan lebar 2,5 meter dan tebal 0,15 meter. Meski beban di pundaknya tidak ringan, ia tetap berjalan menuju lokasi pekerjaan dengan tekad agar pembangunan jalan yang selama ini diimpikan masyarakat dapat segera terwujud.
Di lokasi TMMD, anggota Satgas dan warga menyambut kedatangan Rusmaji dengan senyum dan semangat. Mereka kemudian bersama-sama memasang papan bekisting sebagai persiapan pengecoran. Kehadiran Rusmaji menjadi bukti bahwa semangat gotong royong tidak mengenal usia. Setiap tenaga yang diberikan, sekecil apa pun, memiliki arti penting dalam mempercepat pembangunan desa.
Bagi Rusmaji, keterlibatannya dalam TMMD adalah bentuk rasa syukur sekaligus kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Ia berharap jalan yang sedang dibangun dapat memudahkan aktivitas masyarakat, terutama para petani yang mengangkut hasil panen, anak-anak yang berangkat ke sekolah, serta warga yang membutuhkan akses menuju fasilitas kesehatan dan pusat perekonomian.
Program TMMD Reguler ke-129 terus memperlihatkan kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat. Tidak hanya prajurit yang bekerja tanpa lelah, masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk para lansia, juga turut mengambil bagian sesuai kemampuan masing-masing. Kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan setiap sasaran pembangunan dengan penuh rasa kekeluargaan.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa,” kisah Rusmaji menjadi gambaran bahwa membangun desa adalah tanggung jawab bersama. Dari pundak seorang pria berusia 75 tahun yang memanggul papan bekisting, lahir pesan bahwa semangat pengabdian tidak pernah dibatasi oleh usia.(Pendimbna).












