BANJARNEGARA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0704/Banjarnegara terus menunjukkan progres positif. Salah satu sasaran fisik berupa rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Pak Toid, warga Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, kini memasuki tahap pemasangan bata hebel.
Pada Senin (27/7/2026), personel Satgas TMMD bersama masyarakat bergotong royong memasang dinding rumah menggunakan bata hebel sebagai penanda pembangunan telah memasuki tahapan berikutnya.
Di bawah koordinasi Serma Supriyono, anggota Satgas TMMD dan warga bekerja dengan penuh ketelitian. Setiap bata dipasang menggunakan perekat khusus agar menghasilkan konstruksi yang kuat, rapi, dan sesuai dengan standar pembangunan.
Bagi Pak Toid, kemajuan pembangunan rumah tersebut menjadi harapan baru bagi keluarganya untuk segera memiliki hunian yang lebih layak, aman, sehat, dan nyaman.
Suasana gotong royong tampak begitu kental selama proses pengerjaan. Personel Satgas dan warga saling berbagi tugas, mulai dari menyiapkan perekat, mengangkut material, hingga memasang bata hebel secara bergantian demi mempercepat penyelesaian pembangunan.
Serma Supriyono mengatakan, program rehabilitasi RTLH merupakan salah satu bentuk kepedulian TNI dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan rumah yang layak huni.
“Program RTLH melalui TMMD merupakan wujud kepedulian TNI kepada masyarakat. Kami berharap rumah yang dibangun ini nantinya dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga penerima manfaat serta meningkatkan kualitas hidup mereka,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari semangat gotong royong yang terus terjaga antara personel Satgas TMMD dan masyarakat Desa Gumelem Kulon.
Melalui tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 tidak hanya menghadirkan pembangunan infrastruktur desa, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan.
Berdirinya dinding bata hebel di rumah Pak Toid menjadi simbol lahirnya harapan baru sekaligus bukti nyata bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan positif bagi kehidupan warga di pedesaan.












