BOJONEGORO – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro tidak hanya berfokus pada penyelesaian sasaran utama pembangunan infrastruktur di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro. Melalui inovasi berupa pembangunan Rest Area Terpadu, Satgas TMMD menghadirkan fasilitas publik yang diproyeksikan menjadi pusat aktivitas ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
Pembangunan rest area tersebut menjadi salah satu capaian tambahan (over prestasi) dalam pelaksanaan TMMD Tahun Anggaran 2026. Lokasinya berada di jalur penghubung Sembung–Sukorame yang memiliki mobilitas kendaraan cukup tinggi, sehingga dinilai strategis sebagai tempat persinggahan sekaligus ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di tengah penyelesaian berbagai sasaran fisik utama, seperti pembangunan jalan cor beton, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan sekolah, pembangunan drainase, penyediaan sumur bor, hingga normalisasi sungai, Satgas TMMD tetap mengoptimalkan pembangunan Rest Area Terpadu sebagai fasilitas pendukung yang memberikan manfaat jangka panjang.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menjelaskan bahwa kawasan tersebut dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas. Selain menjadi lokasi beristirahat, rest area juga akan dilengkapi berbagai fasilitas umum yang menunjang kebutuhan pengunjung.
“Nantinya kawasan ini akan dilengkapi mushala yang nyaman, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK), area parkir yang memadai, serta lapak-lapak UMKM yang ditata dengan baik sehingga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan usahanya,” ujar Kusnadi.
Menurutnya, keberadaan Rest Area Terpadu diharapkan mampu mengubah kawasan yang sebelumnya hanya menjadi jalur lalu lintas menjadi titik singgah yang produktif serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian desa.
Saat meninjau lokasi pembangunan pada Senin (27/7/2026), Komandan Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, mengatakan bahwa fasilitas tersebut dirancang sebagai ruang pemberdayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Kesongo.
Ia berharap para pelaku usaha lokal dapat memanfaatkan lapak yang disediakan untuk memasarkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner, makanan olahan, hasil pertanian, kerajinan tangan, hingga oleh-oleh khas daerah kepada masyarakat maupun pengguna jalan yang singgah.
“Kami berharap keberadaan Rest Area Terpadu ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Dengan adanya lapak UMKM, produk-produk unggulan Desa Kesongo memiliki peluang lebih besar untuk dikenal dan dipasarkan secara lebih luas,” kata Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.
Ia menambahkan, pembangunan fasilitas tersebut merupakan hasil sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Pemerintah Desa Kesongo, dan masyarakat yang bersama-sama mendukung pelaksanaan TMMD.
Program TMMD ke-129 yang berlangsung selama 30 hari, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.” Melalui berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, program ini tidak hanya memperkuat infrastruktur pedesaan, tetapi juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi berbasis potensi lokal.
Kehadiran Rest Area Terpadu menjadi salah satu bukti bahwa pembangunan desa tidak berhenti pada penyediaan fasilitas umum semata. Lebih dari itu, fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi ruang tumbuh bagi UMKM, memperluas peluang usaha masyarakat, serta menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi Desa Kesongo.












