oleh

Tim BPK RI Tinjau Lahan Perhutani, Cikal Bakal Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di Kabupaten Semarang

Semarang – Tim BPK RI yang diketuai Sdr Doni Ramli meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di lahan Perhutani, Dusun Mranak, Desa Penawangan, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Kamis.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi dan kesiapan lokasi yang direncanakan menjadi salah satu titik pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan.

Dalam kegiatan tersebut, Tim BPK RI didampingi Kabid Kemhan Mabes TNI Kolonel Arm. Kabit Kintoro, Itjenad Letkol Cke Paruhum Robinson, S.Kom., M.Han., serta Itdam IV/Diponegoro Letkol Inf. Agus Priyadi.

Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Dandim 0714/Salatiga Letkol Kav Fajar Hapsari Nugroho, S.I.P., M.M., bersama jajaran terkait.

Tim meninjau sejumlah bagian dari kawasan lahan Perhutani yang menjadi rencana lokasi pembangunan, sekaligus melihat kondisi lingkungan dan akses menuju kawasan tersebut.

Peninjauan lapangan ini menjadi bagian penting dalam proses melihat secara langsung kondisi faktual lokasi, sehingga berbagai aspek yang berkaitan dengan rencana pembangunan dapat diketahui secara lebih jelas.

Keberadaan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan diharapkan nantinya tidak hanya memperkuat kesiapan pertahanan dan keamanan wilayah, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan teritorial serta membantu mendorong pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah sekitarnya.

Dengan melihat langsung kondisi lahan dan lingkungan sekitar, diharapkan rencana pembangunan tersebut dapat dipersiapkan secara matang dengan memperhatikan berbagai aspek, mulai dari kondisi medan, aksesibilitas, hingga kebutuhan pendukung lainnya.

Peninjauan berlangsung dalam suasana tertib dan lancar. Seluruh pihak terkait juga terus melakukan koordinasi untuk mendukung tahapan persiapan pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di wilayah Kabupaten Semarang tersebut.