FlamboyanNews.Com, Kepahiang – Membahas infrastruktur dan penyerapan anggaran pembangunan yang dianggarkan pada APBD tahun anggaran 2019, Komisi III DPRD Kepahiang menggelar hearing rapat dengar pendapat (RDP) bersama dengan Dinas Pekerjaan Umum Selasa (5/11/19). RDP yang dipimpin Wakil Ketua Komisi Candra membahas sejumlah pembangunan infrastruktur, realisasi anggaran pada Dinas PU untuk lebih optimal dalam pelaksanaan pekerjaan pembangunan, mengingat tuntutan masyarakat sangat tinggi terhadap pelayanan pemerintah di bidang infrastruktur.

“Dalam pengawasan proyek, agar pengawasannya lebih dimaksimalkan lagi oleh Dinas PU. Disarankan untuk tetap berkoordinasi dalam pemantauan atau pengawasan pelaksanaan kegiatan yang ada dalam rangka menyamakan persepksi legislatif dan eksekutif demi tercapainya target pembangunan yang baik,” sampai Candra.

Sejumlah pekerjaan pembangunan infrastruktur yang dibahas adalah progres pembangunan jalan, drainase, irigasi hingga pembangunan masjid agung senilai Rp 10 miliar dan 3 link pembangunan jalan yang dibiayai pinjaman daerah yang belum berjalan sampai saat ini. Selain itu, wakil rakyat juga mempertanyakan belum berfungsi dengan maksimalnya peningkatan sumber air bersih di Kecamatan Seberang Musi.
Pelaksana tugas Kepala Dinas PU Rudi Sihaloho, ST menyampaikan dalam hearing rapat dengar pendapat sampai dengan saat ini progres pembangunan tahun anggaran 2019 sudah mencapai 60 persen. Dinas PU memastikan tidak ada kendala terhadap realisasi pembangunan pada tahun ini, menjawab pertanyaan progres pembangunan peningkatan yang dibiayai pinjaman daerah PT. SMI ketiganya belum terrealisasi.

“Semua pekerjaan pembangunan yang dianggarkan pada APBD TA 2019 ini sudah berjalan, memang untuk kegiatan pembangunan pinjaman daerah belum terrealisasi. Sekarang sedang tahap evaluasi dan verifikasi lelang untuk 2 link pekerjaan jalan perkantoran (Eks KTNA)-Baratwetan, peningkatan jalan desa Muara Langkap-Langgar Jaya-Cinto Mandi. 1 link masih tertunda yaitu peningkatan jalan Simpang Air Les-Warung Pojok-Batu Bandung karen masih dalam tahap evaluasi KLHS,” jelas Rudi. (Adv/Rp)












