FlamboyanNews.Com, Rejang Lebong – Dalam rangka menjamin ketersediaan stok beras. Badan Usaha Logistik (Bulog) Sub Divre Rejang Lebong yang menaungi tiga Kabupaten yakni Kepahiang, Rejang Lebong, Lebong. Sepanjang tahun 2020, telah menyerap 2.300 ton beras dari para petani lokal.
“Sebelumnya kita telah menyerap beras petani sebanyak 1.100 ton, kemudian hari ini kembali masuk 1.200 ton sehingga totalnya sebanyak 2.300 ton,” sampai Kepala Bulog Sub Divre Rejang Lebong, Muhammad Ade Saputra, saat melakukan pengecekkan beras yang tiba di gudang Bulog, Selasa (21/04/2020).
Meskipun, serapan beras dari para petani lokal sudah mencapai target. Namun, Bulog akan tetap menerima berapapun jumlah produksi beras dari para petani lokal.
“Para petani tidak perlu khawatir, beras hasil panen mereka tidak laku karena pandemi Covid-19 ini, karena kami dari Bulog siap untuk menerimanya. Bahkan, bila gudang Bulog tak mampu lagi menampung beras dari petani lokal, maka Bulog Cabang Bengkulu siap menyerap beras dari petani,” terang Ade.
Ade juga menjelaskan, beras yang berhasil diserap Bulog Sub Divre Rejang Lebong sebanyak 2.300 ton tersebut, sebagaimana dikutip dari Bengkulusatu, merupakan produksi petani lokal di Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Lebong. Dikarenakan, harga beli masih mampu dijangkau perum Bulog, yakni diharga Rp.8.600/kg – Rp.8.900/kg, tergantung kualitas berasnya.
“Harga yang kita berikan ini merupakan harga premium, karena mulai tahun ini Bulog sudah membuka untuk pasar komersil. Sehingga dihargai lebih tinggi dari penyerapan beras yang kita lakukan selama ini. Sedangkan beras hasil produksi petani Rejang Lebong belum dapat diserap, karena harga yang terbilang tinggi, mencapai Rp.9.700/kg – Rp.9.900/kg,” tegasnya.
Dilanjutkan Ade, beras yang telah diserap dari para petani, selanjutnya dilakukan pengemasan dalam bentuk beras premium yang akan dijual kembali sebagai beras komersil. Termasuk juga untuk memenuhi kebutuhan program-program bantuan pemerintah












