oleh

Di Tengah Kemarau yang Panjang, Doa Dipanjatkan dari Halaman Makodim Salatiga

Salatiga — Langit yang lama tak menurunkan hujan seakan menjadi saksi sebuah ikhtiar. Di tengah kemarau panjang yang membuat kebutuhan air semakin terasa, keluarga besar Kodim 0714/Salatiga bersama jajaran Polres Salatiga menengadahkan tangan, memohon kepada Sang Pencipta agar hujan segera diturunkan.

Bukan sekadar ibadah, Shalat Istisqa yang digelar di halaman Makodim 0714/Salatiga itu menjadi ruang untuk bersama-sama mengetuk pintu langit. Seluruh anggota Kodim 0714/Salatiga serta perwakilan anggota Polres Salatiga mengikuti pelaksanaan shalat dengan penuh kekhusyukan.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Salatiga, KH. Noor Rofiq, bertindak sebagai imam sekaligus memimpin pelaksanaan Shalat Istisqa.

Dalam suasana yang khidmat, para prajurit TNI dan anggota Polri sejenak meninggalkan rutinitas kedinasan. Mereka berdiri dalam satu saf, menundukkan kepala dan memanjatkan doa, berharap rintik hujan segera membasahi tanah yang mulai mengering.

Kemarau bukan hanya tentang panas yang menyengat. Bagi sebagian masyarakat, musim kering yang berkepanjangan berarti semakin sulitnya mendapatkan air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, turunnya hujan menjadi harapan yang sederhana, tetapi begitu berarti.

Melalui Shalat Istisqa, Kodim 0714/Salatiga menunjukkan bahwa menghadapi kondisi tersebut tidak hanya dilakukan melalui upaya nyata di lapangan, tetapi juga melalui ikhtiar batin dan doa.

Kebersamaan TNI dan Polri dalam kegiatan tersebut juga menjadi gambaran kuat tentang sinergi dua institusi negara dalam merasakan denyut kehidupan masyarakat. Di bawah langit yang sama, keduanya bersama-sama memohon agar alam kembali bersahabat dan hujan segera membawa kesejukan.

Shalat Istisqa menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan. Ada saatnya segala ikhtiar harus disertai dengan ketundukan dan doa, mengakui bahwa hujan adalah karunia yang tidak sepenuhnya berada dalam kuasa manusia.

Dari halaman Makodim 0714/Salatiga, doa itu dipanjatkan dengan penuh harap.

Semoga langit segera terbuka, awan membawa kabar baik, dan hujan turun membasahi bumi. Sebab di balik setiap tetes air, terdapat kehidupan, harapan, dan keberlangsungan hidup masyarakat.