Distan Dorong Poktan Mampu Buat Bibit Sawit Unggul Secara Mandiri

FlamboyanNews.Com, Mukomuko – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pertanian (Distan) mendorong Kelompok Tani (Poktan) di daerah ini mampu membibitkan sawit unggul untuk kebutuhan anggota kelompok maupun masyarakat umum secara Mandiri. Sebab, di Kabupaten Mukomuko ketersediaan bibit sawit unggul masih minim.

“Cuma ada satu pembibitan sawit unggul di daerah kita ini, itu berada di Desa Air Buluh Kecamatan Ipuh. Masih susah dijangkau oleh petani sawit kita secara keseluruhan,” ungkap Kadis Pertanian Kabupaten Mukomuko, Heri Prasetyono, S.STP. ketika dikonfirmasi.

Selain masih susah dijangkau, pembibitan sawit unggul di Air Buluh itu juga harganya terbilang tinggi. Sehingga tidak ada kemampuan bagi masyarakat yang memiliki modal kecil untuk membeli bibit unggul.

“Oleh sebab itu perlu ada solusi supaya masyarakat bisa memperoleh bibit sawit unggul dengan mudah dan murah,” sambung Heri.

Selama ini, persoalan bibit menjadi problem petani sawit di Kabupaten Mukomuko. Bibit unggul yang susah didapat dan mahal membuat para petani beralih ke bibit asalan. Imbasnya hasil produksi perkebunan sawit masyarakat di daerah ini tidak maksimal.

“Dari sekitar 110 ribu hektar luas lahan perkebunan sawit milik masyarakat, lebih dari 50 persen termasuk sawit yang kurang produksi. Kita menduga penyebabnya adalah bibit yang ditanam. Bibit sangat menentukan hasil produksi sawit,” terangnya.

Solusi yang dilakukan Pemkab Mukomuko kedepan, jelas Heri, akan mendorong Poktan di daerah ini membibitkan sawit secara mandiri. Pihak Distan akan membekali para kelompok tani, teknis membuat bibit sawit unggul.

“Semula kita memprogramkan Pemkab Mukomuko bisa memiliki pembibitan sawit unggul. Akan tetapi belum dapat direalisasikan karena butuh dukungan modal besar. Harus ada lahan setidaknya 30 hektar, itu jangka panjang. Jangka pendeknya kita mendorong pembibitan dilakukan Poktan, mereka pasti ada lahan, tinggal lagi ilmunya, itu yang akan kita berikan dengan Poktan-Poktan di Mukomuko,” pungkasnya.

Sumber : ( Mc kominfo )