Gabriel, “Begini Pola Pengasuhan Dan Interaksi Orang Tua Dengan Anak”

Flamboyannews.com, Bengkulu – ALAM pengasuhan anak tentu akan memiliki dampak terhadap perkembangannya, oleh sebab itu orang tua dalam memberikan pengasuhan kepada anak tidak dapat sembarangan dan berhati-hati dalam mendidik, karena anak akan memiliki dampak yang akan membentuk suatu karakter pada dirinya hingga nanti ia menjadi orang dewasa.

Biasanya orang tua memiliki 2 ciri yang paling umum dalam tugas pelaksanaan pengasuhan (parenting style) yaitu demandingness dan responsiveness. Demandingness merupakan suatu bentuk orang tua yang memberikan tuntutan tuntutan atau keinginan kepada anak yang menjadikan anak sebagai bagian dari keluarga, harapan saat anak dewasa, disiplin, hingga perilaku menghadapi suatu permasalahan, dan semua faktor itu dikendalikan (kontrol) oleh orang tua.

Berbeda dengan responsiveness, yaitu suatu bentuk orang tua yang tanggap dalam memberikan pengasuhan, sehingga responsiveness akan membimbing kepribadian anak, pengaturan diri, dan kebutuhankebutuhan anak yang lainnya, sehingga bentuk dari responsiveness seperti penerimaan, suportif kepada anak, pemberian afeksi, dan penghargaan.

Hal ini juga di dasari oleh teori psikososial yang dikemukakan oleh Baumrind, yang menggolongkan 4 tipe pola asuh sebagai gabungan dari kedua hal di atas, yaitu authoritative (otoritatif), authoritarian (otoriter), permissive (permisif), rejectingnegelcting (penolakan/ tidak peduli).

Bentuk pengasuhan permisif biasanya paling sering dilakukan oleh orang tua yang terlalu baik, memberikan kebebasan yang berlebihan, menerima dan memaklumi perilaku yang dilakukan oleh anak, hingga sedikitnya memberikan tanggung jawab dan keteraturan pada anak. Orang tua seperti ini akan selalu memenuhi apapun kebutuhan si anak, membiarkan anak mengatur diri nya sendiri, tidak terlalu mematuhi kebutuhan dan perkembangan eksternal, dan jika hal ini terjadi secara terus menerus dan secara berlebihan setiap waktunya maka akan menjadi bentuk pengasuhan neglecting (penolakan/ tidak peduli) terhadap anak.

Gaya pengasuhan otoriter yang diberikan orang tua, akan selalu ingin membentuk, mengontrol, dan meminta anak untuk sesuai dengan aturan standar di rumah. Otoriter merupakan pengasuhan yang menekankan bahwa otoritas yang paling tinggi, yaitu dimana kepatuhan anak merupakan hal yang paling di utamakan. Setiap pelanggaran yang di lakukan oleh anak maka tidak akan luput dari pemberian hukuman. (ADV)