Ini Jadwal, Poli Penyakit Syaraf Di RSKJ Soeprapto Bengkulu Buka

Ini Jadwal, Poli Penyakit Syaraf Di RSKJ Soeprapto Bengkulu Buka
Ini Jadwal, Poli Penyakit Syaraf Di RSKJ Soeprapto Bengkulu Buka

Flamboyannews.com, Bengkulu – Penyakit saraf adalah gangguan yang terjadi pada sistem saraf tubuh, meliputi otak dan sumsum tulang (sistem saraf pusat), serta saraf yang menghubungkan sistem saraf pusat dengan organ tubuh (sistem saraf perifer).

Dr.Febrianti Hermandita Tuiria, Sp.S Dokter Spesalis Syaraf, Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu menjelaskan bila Poli penyakit syaraf di RSKJ Soeprapto buka dari pagi hingga jam pulang, namun jika dihari Jumat mulai pukul 11:00 WIB S/D
selesai terangnya.

Konsultasi penyakit saraf adalah prosedur pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi gangguan di sistem saraf dan mendiagnosis penyakit saraf. Hasil konsultasi dapat digunakan oleh dokter sebagai panduan untuk menentukan dan merencanakan jenis pengobatan yang sesuai.

Sistem saraf yang terganggu dapat menyebabkan masalah di seluruh atau sebagian fungsi tubuh, seperti sulit bergerak, bernapas, berbicara, dan gangguan ingatan. Selain itu, kinerja organ lain, seperti jantung dan paru juga bisa terganggu.
Ada tiga jenis saraf di tubuh manusia, yaitu:

* Saraf motorik
Saraf motorik berfungsi untuk mengirimkan sinyal (impuls) dari otak dan sumsum tulang belakang ke semua otot di dalam tubuh. Sistem saraf ini memungkinkan seseorang melakukan berbagai aktivitas, seperti berjalan, menangkap bola, atau menggerakkan jari untuk mengambil sesuatu.

Saraf sensorik 
Saraf ini berfungsi untuk mengirimkan kembali sinyal (impuls) dari kulit dan otot agar kembali ke tulang belakang dan otak. Saraf sensorik memengaruhi fungsi indra di tubuh manusia, seperti penglihatan, pendengaran, sentuhan, perasa, penciuman, dan keseimbangan.

Saraf otonom
S araf otonom adalah jenis saraf yang mengendalikan fungsi gerak tubuh, baik yang disadari maupun tidak, seperti detak jantung, tekanan darah, gerakan usus, dan pengaturan suhu tubuh.

Ilmu kedokteran yang mempelajari sistem saraf manusia adalah neurologi. Sementara itu, dokter yang secara khusus menangani penyakit saraf adalah dokter saraf atau neurolog.

Melalui konsultasi penyakit saraf, dokter dapat melakukan diagnosis, menentukan dan merencanakan jenis pengobatan, serta mencegah berbagai penyakit saraf yang mungkin dialami pasien di kemudian hari. (ADV)

Reporter : WL
Editor : Riki Hermanto