Kejadian Mengerikan di Bengkulu, Pemuda Dikeroyok dan Dibacok Hingga Pingsan

Warga Kelurahan Surabaya Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu, Muhamad Richad Sambera (18) dikeroyok lalu dibacok oleh belasan orang tidak dikenal hingga pingsan, Senin (11/09/2023).Flamboyan/Deni
Warga Kelurahan Surabaya Kecamatan Sungai Serut Kota Bengkulu, Muhamad Richad Sambera (18) dikeroyok lalu dibacok oleh belasan orang tidak dikenal hingga pingsan, Senin (11/09/2023).Flamboyan/Deni

Flamboyannews.com, Bengkulu – Kejadian mengerikan yang mengguncang Kelurahan Surabaya, Kecamatan Sungai Serut, Kota Bengkulu, Muhamad Richad Sambera (18), seorang pemuda yang tidak bersalah, menjadi korban brutal dari serangan sekelompok individu yang belum dikenal pada Minggu, (10/09/2023), sekitar pukul 01.30 dini hari.

Peristiwa tragis ini berawal ketika korban bersama dengan tiga temannya tengah nongkrong di Jalan Mahoni, Kelurahan Sawah Lebar, Bengkulu. Tiba-tiba, tiga individu misterius mendekati mereka dan meminta informasi tentang seseorang yang diduga membawa handphone. Setelah teman-teman korban tidak dapat memberikan informasi yang diminta, pelaku-pelaku tersebut pergi tanpa perlu kekerasan.

Baca Juga: Bengkulu Utara Bersiap Merayakan Hari Jadi ke-47 Ibu Kota pada Tahun 2023

Namun, keadaan berubah drastis ketika salah satu teman korban berbisik kepada yang lain tentang sebuah barang yang dimiliki oleh pelaku. Bisikan ini, sayangnya, terdengar oleh para pelaku, yang kemudian menyerang teman tersebut dengan tindakan kasar. Hal ini memicu kejar-kejaran antara korban dan para pelaku.

Ironisnya, saat korban mengejar pelaku ke arah stadion Semarak Sawah Lebar, dia malah menemukan dirinya dihadapkan oleh sekelompok individu yang jumlahnya mencapai belasan orang. Tanpa ampun, korban dikeroyok oleh para pelaku, bahkan menggunakan senjata tajam yang mengakibatkan luka tusuk di bagian punggung, luka di kepala, luka di bibir, serta memar di seluruh tubuhnya.

Ibu korban, Deni Putri (44), dengan hati berat menceritakan bahwa anaknya tidak memiliki hubungan atau masalah apapun dengan para pelaku. “Korban dan teman-temannya masih remaja yang belum berurusan dengan hukum, “ungkap Ibu korban, Senin (11/09/2023)

Setelah insiden tersebut, korban segera dilarikan ke Rumah Sakit Rafflesia oleh teman-temannya ketika dia tidak sadarkan diri. Deni Putri juga telah melaporkan peristiwa tragis ini ke Polsek Ratu Samban Kota Bengkulu.

Baca Juga: Kepala Kepolisian Bengkulu Pimpin Rapat Koordinasi Terkait Pencegahan TPPO

Kejadian ini merupakan peristiwa serius yang membutuhkan tindakan tegas dari pihak berwenang untuk mengidentifikasi dan menghadirkan pelaku ke pengadilan demi keadilan bagi korban.

Di samping itu, korban juga membutuhkan perawatan medis dan dukungan psikologis selama masa pemulihannya dari trauma yang dialaminya. Semoga korban segera pulih dan keadilan dapat ditegakkan untuk tindakan kekerasan yang tidak dapat diterima ini.

Editor : Gina Rivaldo