FlamboyanNews.Com, Bengkulu Utara – Menindaklanjuti temuan saat Inspeksi Mendadak (Sidak) di Puskesmas Sebelat, beberapa hari lalu, Komisi 1 DPRD Bengkulu Utara menggelar sidang guna meminta klarifikasi dari Dinas Kesehatan Bengkulu Utara, Selasa (21/1/20).
Mendengar berlangsung panas, pesta makan sehat Bengkulu Utara belum kongkrit dan lengkap, sehingga pihak komisi perlu mendapat jadwal ulang dengan menyediakan beberapa pihak terkait. Dalam sidang pihak komisi 1 Usman Purba, persetujuan atas jawaban dari Dinas Kesehatan yang tidak perlu, perlu di panggil ulang.

“Kita menggelar sidang hari ini, dengan tujuan untuk mengklarifikasi pada dinas kesehatan yang terkait dengan laporan bendahara puskesmas sebelat, yang menyatakan ada setoran ke dinkes mengumpulkan 10% dalam setiap pencairan klaim BPJS,” katanya.
Ia menambahkan, demikian diumumkan yang kami sampaikan saat sidak ke puskesmas tersebut pada hari Jum’at (17/1/20) lalu. Namun, Jawabannya belum memuaskan kita, ”beber Usman.
Ditambahkannya, dinkes dalam sidang malah berfokus terkait pencairan klaim BPJS beberapa tahun lalu yang sering terlambat, bahkan pernah terlambat sampai dua tahun.

Sementara Agus Riyadi, Politisi Gerindra yang juga anggota komisi 1 menebutkan, jawaban dinkes yang memuji pihak BPJS dan tidak rinci, perlu untuk menghubungi pihak BPJS dan beberapa pihak yang terkait lainnya.
“Yang jelas jawaban pihak dinas kesehatan itu belum bisa kita terima. Alibi mereka belum logis untuk kita, ”tegasnya.
BPJS. tidak. Tutup kemungkinan kedepan kita akan mengkonfrontir pada semua pihak yang terkait, Seperti pihak puskesmas dan dinkes, sehingga terang benderang, ”tutupnya. (Adv / Sd)












