Longsor di Jalinbar Sumatera Mengancam Keselamatan Pengguna Jalan saat Mendekati Hari Raya Idul Fitri

Kondisi jalan longsor di Putri Hijau yang masih belum mendapatkan perhatian, Selasa (26/03/2024). Flamboyan Foto/Deni
Kondisi jalan longsor di Putri Hijau yang masih belum mendapatkan perhatian, Selasa (26/03/2024). Flamboyan Foto/Deni

Flamboyannews.com, Bengkulu Utara – Hingga mendekati Hari Raya Idul Fitri 1445, longsor yang terjadi di jalan lintas barat (Jalinbar) Sumatera, tepatnya di Desa Air Petai, Kecamatan Putri Hijau, belum mendapat penanganan serius dari pihak terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Badan jalan lintas nasional Bengkulu-Padang yang mengalami longsor dibiarkan terbuka, meninggalkan lubang yang dalam dan membahayakan keselamatan para pengguna jalan umum.

Baca Juga: Kekecewaan Warga Ulok Kupai, Pembangunan Gedung Prototype Puskesmas Tanjung Harapan Gagal Direalisasikan

Pengendara umum yang melintas harus bergantian menggunakan satu jalur, karena kurangnya perhatian terhadap lubang dan longsor tersebut dapat menyebabkan kecelakaan tunggal yang mengancam nyawa.

Camat Putri Hijau, Ahmadi, menyampaikan kecamatannya terhadap lambannya penanganan longsor ini kepada flamboyannews.com. Camat telah melaporkan kondisi tersebut ke dinas terkait di kabupaten, termasuk Bupati Bengkulu Utara, yang kemudian melaporkannya ke Pemerintah Provinsi Bengkulu dengan desakan agar segera ditangani.

Kecemasan akan potensi perluasan longsor dan pemutusan akses jalan nasional turut dirasakan oleh Camat. Dengan musim hujan yang telah tiba, potensi bahaya semakin meningkat.

Baca Juga: Ditengah Bulan Suci Ramadan, Gas Elpiji 3 Kg Langka di Kepahiang

Camat menekankan perlunya tindakan konkret dari Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk memperbaiki akses jalan nasional di wilayah tersebut demi keselamatan pengguna jalan. Diharapkan penanganan segera dilakukan agar tidak menimbulkan ancaman lebih lanjut terhadap keselamatan dan mobilitas masyarakat.

Reporter : Deni
Editor : Gina Rivaldo