REJANG LEBONG, flamboyannews.com – Kesibukan kuliah yang berjalan beriringan dengan kegiatan magang di luar kota membuat Dea Nabila Sakira (20), mahasiswi STIKES Sapta Bakti Bengkulu, membutuhkan layanan administrasi yang praktis dan mudah dijangkau.
Bagi Dea, yang merupakan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) asal Kabupaten Bengkulu Utara dan kini menetap sementara di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Aplikasi Mobile JKN menjadi solusi untuk mengurus berbagai kebutuhan kepesertaan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.
Jarak dengan daerah asal serta padatnya aktivitas akademik dan magang membuat Dea tidak selalu memiliki waktu untuk mengurus administrasi secara langsung. Ia pun memilih memanfaatkan layanan digital yang disediakan BPJS Kesehatan melalui telepon pintar.
“Aplikasi Mobile JKN ini sangat membantu untuk mendapatkan berbagai informasi dan layanan. Cukup praktis, bisa digunakan melalui ponsel tanpa harus datang ke kantor. Fitur-fiturnya juga lengkap sehingga kami dapat mengakses layanan lebih cepat dan mudah,” ujar Dea saat diwawancarai, Senin (5/10/2026).
Menurutnya, kemudahan tersebut sangat berarti bagi mahasiswa yang memiliki mobilitas tinggi. Berbagai kebutuhan administrasi dapat dilakukan tanpa harus mengganggu jadwal perkuliahan maupun kegiatan magang.
“Di tengah kesibukan kuliah dan magang, saya tidak memiliki banyak waktu untuk datang langsung. Dengan Mobile JKN, saya bisa mengakses informasi dan layanan BPJS Kesehatan melalui ponsel kapan saja dan di mana saja. Ini membuat saya lebih hemat waktu dan tidak perlu meninggalkan kegiatan kuliah atau magang,” katanya.
Dea mengaku sejumlah fitur Mobile JKN yang pernah dimanfaatkannya antara lain untuk mengecek status kepesertaan, mencari informasi fasilitas kesehatan, serta mengurus administrasi kepesertaan. Informasi mengenai Program JKN juga dapat diperoleh melalui aplikasi tersebut.
“Informasi yang saya butuhkan dapat diperoleh dengan lebih mudah melalui aplikasi. Menurut saya, fitur-fiturnya cukup membantu,” ujarnya.
Aplikasi Mobile JKN merupakan salah satu kanal layanan digital BPJS Kesehatan yang memungkinkan peserta mengakses berbagai layanan secara mandiri. Di antaranya mengecek status kepesertaan dan tagihan iuran, memperbarui data diri, mengubah fasilitas kesehatan tingkat pertama, mengambil antrean daring, hingga melakukan skrining riwayat kesehatan.
Bagi peserta yang tinggal sementara di luar daerah asal, layanan digital tersebut juga memberikan kemudahan dalam mengakses informasi serta melakukan kebutuhan administrasi kepesertaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kemudahan layanan digital ini menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan mendekatkan pelayanan kepada peserta, termasuk kelompok usia muda yang memiliki mobilitas tinggi dan terbiasa menggunakan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan memanfaatkan kanal digital, peserta dapat mengakses berbagai informasi dan layanan tanpa harus selalu datang ke kantor cabang, sehingga waktu dan aktivitas lainnya dapat tetap berjalan.
Dea berharap BPJS Kesehatan terus mengembangkan layanan digital agar semakin mudah digunakan dan mampu memenuhi kebutuhan peserta dari berbagai kelompok usia.
“Harapan saya, BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas layanan, terutama layanan digital melalui Aplikasi Mobile JKN. Semoga aplikasi semakin mudah digunakan, semakin cepat, jarang mengalami gangguan, dan fitur-fiturnya terus dikembangkan sesuai kebutuhan peserta. Saya juga berharap pelayanan BPJS Kesehatan secara keseluruhan semakin cepat, ramah, dan mudah diakses seluruh masyarakat, termasuk bagi peserta lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan aplikasi,” pungkasnya.