Flamboyannews.com, Kepahiang – Motif bunuh diri yang dilakukan oleh Gempa Carles, seorang warga Desa Embong Sido, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, masih menjadi fokus penyelidikan pihak kepolisian.
Gempa Carles ditemukan tewas tergantung di pohon Jengkol di tengah-tengah kebun kopi, sebuah peristiwa yang menghebohkan warga setempat.
Baca Juga: Penurunan Signifikan Jumlah Gelandangan dan Pengemis di Kota Bengkulu Selama Bulan Ramadan
Namun, ternyata beberapa bulan sebelum kematiannya, Gempa Carles sempat terlibat dalam sebuah kasus di Polres Bengkulu Utara, Polda Bengkulu, terkait dugaan tindak pidana penggelapan mobil milik ayahnya sendiri. Informasi ini telah dikonfirmasi oleh Kapolsek Bermani Ilir, AKP. Desri Zaldi, dan Kapolres Kepahiang, AKBP. Eko Munaryanto, S.IK.
Penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian untuk mengungkap motif sebenarnya di balik tindakan tragis Gempa Carles. Namun, sayangnya, pihak keluarga menolak untuk melakukan autopsi terhadap jenazahnya.
Kasus bunuh diri Gempa Carles telah menyebabkan kehebohan di tengah masyarakat. Penemuan mayatnya yang membengkak dengan posisi tubuh yang tergantung dan terbujur kaku menjadi pemandangan yang mengerikan bagi warga. Berbagai video yang merekam penemuan mayat tersebut telah beredar luas, menunjukkan betapa dramatisnya kejadian tersebut.
Meskipun demikian, penemuan mayat Gempa Carles juga menunjukkan bahwa tubuhnya sudah menghitam akibat paparan sinar matahari, serta menimbulkan bau tidak sedap. Hal ini membuat evakuasi mayat korban menjadi sebuah tugas yang sulit bagi petugas.
Baca Juga: Tragis! Remaja Meregang Nyawa dalam Kecelakaan Tunggal di Bengkulu Utara
Dengan berbagai bantuan dan persiapan, petugas akhirnya berhasil melakukan evakuasi terhadap mayat Gempa Carles yang masih tergantung di pohon Jengkol dengan ketinggian sekitar 4 – 5 meter.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang beredar, pihak keluarga mengatakan bahwa sebelum ditemukan tewas tergantung di pohon Jengkol, Gempa Carles dikabarkan sudah tidak pulang ke rumah selama 5 hari.
Penyelidikan terus berlanjut untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Gempa Carles. Semua pihak berharap agar kasus ini dapat segera terungkap dan memberikan kejelasan bagi keluarga serta masyarakat setempat.
Reporter : Deni
Editor : Gina Rivaldo












