FlamboyanNews.Com, Bengkulu – Menghadapi dampak perubahan revolusi Industri 4.0 pada dunia pendidikan, tentu ada peran dan kewajiban pemerintah agar dunia pendidikan itu dapat disesuaikan dengan perkembangan tekhnologi yang sangat pesat saat ini.
Untuk itu, guna memastikan perubahan Revolusi Industri 4.0 ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Bengkulu, maka pemerintah telah mengupayakan agar sarana penopangnya juga dapat berjalan dengan baik.
“Tekhnologi Industri ini tidak akan terlaksana jika tidak ada ketersediaan listrik sebagai penopangnya. Ini menjadi tanggungjawab pemerintah, bagaimana listrik ini dapat tersedia hingga ke pelosok-pelosok desa,” jelas Asiten III Yuliswani, saat menyampaikan materi pada Seminar Nasional bertajuk ‘Dunia Pendidikan Dalam Perubahan Revolusi Industri 4.0’ yang digelar oleh Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), di Kampus 4 UMB Bengkulu, Senin (09/09/2019).
Selain itu, jelasnya, agar dunia pendidikan tidak ‘Gatek’ dan agar ‘melek’ tekhnologi, maka pemerintah provinsi bekerja sama dengan PT. Telkom telah memastikan jaringan internet dapat diakses keseluruh pelosok desa, terkhusus pada sekolah-sekolah.
Sehingga dengan upaya tersebut, ujranya, dapat dimanfaatkan bagi perkembangan ilmu pengetahuan dalam dunia pendidikan guna memghadapi era Revolusi Industri 4.0 ini.
Lanjutnya, dengan adanya perubahan besar dalam bidang tekhnologi, maka secara otomatis bidang pendidikan juga mendapatkan dampaknya.
untuk mengatasi hal itu, seorang guru pendidik yang menjadi satu-satunya pemberi informasi pendidikan dan pengetahuan kepada anak didiknya, harus dapat mengatasi dan mengantisipasi dampak perubahan tekhnologi tersebut, sehingga tekhnologi yang digunakan itu dapat bermanfaat bagi ilmu pengetahuan yang didapati oleh anak didiknya.
Sumber : ( ADV / diskominfotikprovbkl )
