Petani Kota Padang Ditemukan Meninggal dalam Kebakaran

Flamboyannews.com, Rejang Lebong – Sebuah peristiwa tragis terjadi di wilayah Kota Padang, Kabupaten Rejang Lebong, ketika seorang petani bernama Amron, berusia 45 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi yang mengerikan.

Pada hari Rabu, 13 September lalu, sekitar pukul 08.30 WIB, seorang petani yang kesehariannya berada di Kelurahan Kota Padang, Kecamatan Kota Padang, bernama Amron, telah menjadi korban sebuah insiden yang memilukan. Ia memiliki sebuah kebun di Sungai Pematang Buluan, Desa Tanjung Gelang, yang mana menjadi lokasi tragedi ini berlangsung.

Baca Juga: Mantan Kades dan Sekdes Air Jelatang Ditetapkan sebagai Tersangka Kasus Korupsi Dana Desa

Dalam cerita yang mencekam ini, dua sahabat Amron, yakni Sumardi dan Anton, datang untuk menemui Amron di kebunnya tersebut. Mereka bertolak dari Kelurahan Kota Padang menuju kebun tersebut, tidak mengetahui apa yang tengah menanti mereka.

Ketika Sumardi dan Anton tiba di kebun Amron, pemandangan yang mereka temui sangat mengguncangkan hati mereka. Pondok kebun milik Amron telah ludes terbakar, menyisakan hanya puing-puing hitam yang tersisa akibat lalapan api yang ganas.

Namun, kejutan yang lebih mengerikan menanti mereka. Saat Sumardi dan Anton mencari keberadaan Amron yang mereka tahu menginap di pondok kebun malam sebelumnya, mereka menemukan tubuh Amron yang terbakar di tengah-tengah reruntuhan kayu pondok yang sudah rata dengan tanah. Keduanya terkejut dan panik oleh pemandangan yang menakutkan ini.

Segera setelah menemukan tubuh Amron, Sumardi dan Anton langsung melapor kepada pihak berwajib, yaitu Polsek Kota Padang. Polisi dari Polsek tersebut segera merespons panggilan darurat ini, meskipun mereka harus menempuh perjalanan yang jauh dan melelahkan selama sekitar 4 jam dari desa terakhir.

Baca Juga: Mobil Terjun ke Danau Dendam Bengkulu, Sopir Selamat dari Tragedi

Saat tiba di tempat kejadian, pihak berwenang menemukan mayat yang mereka kuatkan sebagai Amron yang sudah terbakar. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, tidak ada tanda-tanda kejanggalan atau dugaan tindak pidana yang terjadi di lokasi tersebut.

Selanjutnya, jenazah Amron dibawa ke Puskesmas Kota Padang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Keluarga korban kemudian meminta agar jenazah Amron dapat dibawa pulang ke rumah mereka, yang berada di Kelurahan Kota Padang.

Dalam keputusan yang cukup berat, keluarga korban menolak otopsi atas jenazah Amron. Mereka menganggap kejadian ini sebagai musibah kecelakaan dan bersedia membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan otopsi.

Editor : Gina Rivaldo