BANJARNEGARA – Suara palu yang beradu dengan papan terdengar di antara aktivitas pengecoran rabat beton di Dusun Kunir RT 01/09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Banjarnegara, Sabtu (08/08/2026).
Di tengah pekerjaan tersebut, Pak Madrohim memiliki tugas yang tak kalah penting. Ia memastikan bekisting yang menjadi cetakan rabat beton tetap berada pada posisi yang tepat sebelum dan selama adukan beton dituangkan.
Bersama sejumlah warga, Madrohim memeriksa sisi demi sisi papan bekisting. Bagian yang dirasa kurang kuat langsung diperbaiki menggunakan paku dan balok penyangga. Setiap sambungan diperiksa agar mampu bertahan ketika menerima tekanan dari adukan beton.
Pekerjaan itu memang tidak banyak terlihat setelah jalan selesai. Namun, ketepatan posisi bekisting sangat menentukan bentuk akhir konstruksi.
Jika cetakan bergeser ketika proses pengecoran berlangsung, hasil beton dapat menjadi tidak sesuai ukuran yang direncanakan. Karena itu, Madrohim memilih memastikan semuanya benar-benar kuat sebelum pekerjaan dilanjutkan.
Sementara itu, anggota Satgas TMMD bersama warga terus memasok adukan beton ke titik pengecoran. Molen berputar, material berpindah tangan, sementara Madrohim dan rekan-rekannya tetap berjaga di sisi bekisting.
Panitia Pelaksana (Panlak) TMMD, Wondo, mengatakan bahwa pekerjaan pendukung seperti penguatan bekisting merupakan bagian penting dari keseluruhan proses pembangunan.
“Bekisting harus dipastikan kuat dan tidak mudah bergeser ketika pengecoran berlangsung. Ketelitian seperti ini sangat menentukan hasil akhirnya. Kami mengapresiasi warga yang ikut menjaga setiap tahapan pekerjaan,” ujar Wondo.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat bukan sekadar membantu mempercepat pekerjaan. Warga juga ikut berperan dalam memastikan pembangunan dilakukan dengan baik sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan dalam waktu panjang.
Di lokasi TMMD, pembagian tugas berlangsung secara alami. Sebagian warga menyiapkan material, sebagian mengoperasikan molen, sementara yang lain membantu pengangkutan dan meratakan beton. Anggota Satgas berada di setiap bagian untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai tahapan.
Rabat beton yang dibangun memiliki panjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dan ketebalan 0,15 meter. Jalan tersebut diharapkan memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat Desa Gumelem Kulon, khususnya untuk mendukung aktivitas pertanian, pendidikan, serta mobilitas ekonomi warga.
Pekerjaan Pak Madrohim mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya ditentukan oleh sesuatu yang tampak setelah selesai. Ada banyak pekerjaan detail yang menjadi fondasi kualitas sebuah bangunan.
Melalui TMMD Reguler ke-129 Kodim 0704/Banjarnegara dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa”, ketelitian warga dan Satgas menjadi bagian dari proses menghadirkan jalan yang bukan hanya selesai dibangun, tetapi juga diharapkan kuat dan bermanfaat bagi masyarakat.
Reporter: Deni Aripandi
Editor: Gina Rivaldo