Sholat Isya dan Taraweh Malam Pertama Ramadhan, Gubernur Rohidin Isi Ceramah Sholat Taraweh

Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melaksanakan Sholat Isya dan Taraweh malam pertama bulan Ramadhan, di Masjid Raya Baitul Izzah, Kelurahan Padang Harapan Bengkulu, (23/03/2023).(Foto:Deni/flamboyannews.com)
Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melaksanakan Sholat Isya dan Taraweh malam pertama bulan Ramadhan, di Masjid Raya Baitul Izzah, Kelurahan Padang Harapan Bengkulu, (23/03/2023).(Foto:Deni/flamboyannews.com)

Flamboyannews.com, Bengkulu – Menjelang pelaksanaan ibadah puasa di bulan Suci Ramadhan 1444 H, Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah melaksanakan Sholat Isya dan Taraweh malam pertama bulan Ramadhan, di Masjid Raya Baitul Izzah, Kelurahan Padang Harapan Bengkulu, (23/03/2023).

Baca Juga : Buka Kampung Ramadhan, Gubernur Rohidin Minta UMKM Jual Makanan Sehat

Pada kesempatan itu, Gubernur Rohidin bertindak sebagai Khotib/penceramah Sholat Taraweh.

Dalam tausiyah-nya, Khotib H. Rohidin Mersyah menyampaikan bahwasanya puasa di bulan suci Ramadhan merupakan salah satu rukun Islam dan diwajibkan kepada umat muslim untuk menjalankannya.

Kewajiban umat islam dalam menjalankan ibadah puasa tertulis di dalam Al-Qur’an yang tercantum pada Surah Al-Baqarah ayat 183-184.

Baca Juga : Gubernur Rohidin : Puasa Membuat Tubuh Sehat dan Kuat Menjalankan Ibadah

“Wahai orang-orang yang beriman diiwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa (Q.S Al Baqarah: 183), “sebut Khotib H. Rohidin.

Adapun makna kita menjalankan perintah puasa tersebut adalah untuk melatih diri menahan hawa nafsu dan perbuatan yang dilarang agama.

Selain itu, kata Khotib Rohidin, puasa itu sebagai sarana untuk membersihkan diri, batin dan rohani, sehingga jasmani dan rohani kita menjadi sehat.

Baca Juga : Dicari 10 Orang Baik Untuk Rampungkan Sumur Bor Kurang 2juta Rupiah

Lanjutnya, dengan sehatnya jasmani dan rohani seseorang itu tentu akan kuat melaksanakan perintah Allah dan meninggalkan larangan-Nya.

“Manusia yang paling mulia di sisi Allah itu adalah manusia yang paling bertaqwa, yaitu orang yang sanggup menjalankan perintah Allah dan sanggup menjauhi larangan Allah, “tegasnya. (DN)