Banjarnegara – Ayunan palu terus menghantam bongkahan batu di sudut lokasi pembangunan Talud 1 dalam program TMMD Reguler ke-129 TA 2026 Kodim 0704/Banjarnegara. Yang menarik perhatian bukan hanya semangat kerjanya, tetapi sosok yang memegang palu itu. Ia adalah Sumardi (73), warga Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, yang tetap sigap memecah batu untuk kebutuhan pembangunan talud. Di usianya yang tak lagi muda, Sumardi membuktikan bahwa semangat gotong royong tidak pernah mengenal batas usia, Sabtu (25/07/2026).
Dengan gerakan yang penuh ketelitian, Sumardi membelah batu menjadi ukuran yang dibutuhkan untuk pasangan talud. Keringat yang membasahi wajahnya tak menyurutkan tekadnya untuk terus bekerja bersama anggota Satgas TMMD dan warga lainnya. Baginya, setiap batu yang berhasil dipecahkan merupakan bagian dari harapan agar pembangunan desa segera selesai dan manfaatnya dapat dirasakan seluruh masyarakat.
Pembangunan Talud 1 dengan ukuran panjang 75 meter dan tinggi 1,5 meter kini telah mencapai 30 persen. Talud tersebut dibangun untuk memperkuat badan jalan rabat beton sekaligus mencegah terjadinya longsor di kawasan yang memiliki kontur tanah miring. Kehadiran talud diharapkan mampu menjaga ketahanan jalan sehingga dapat digunakan masyarakat dalam jangka panjang.
Di lokasi pekerjaan, anggota Satgas TMMD dan masyarakat saling melengkapi. Ada yang menyusun batu, mengaduk adukan semen, mengangkut material, hingga memecah batu seperti yang dilakukan Sumardi. Semangat kebersamaan itu menjadi kekuatan utama dalam mempercepat penyelesaian sasaran fisik TMMD sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat.
Bagi Sumardi, ikut bekerja di TMMD bukan sekadar membantu pembangunan fisik. Ia ingin memberikan contoh kepada generasi muda bahwa membangun desa adalah tanggung jawab bersama. Meski usianya telah menginjak 73 tahun, ia tetap merasa memiliki kewajiban untuk menyumbangkan tenaga demi kemajuan kampung yang telah menjadi tempat tinggalnya selama puluhan tahun.
Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa,” kisah Sumardi menjadi potret nyata bahwa semangat pengabdian tidak pernah pudar oleh usia. Dari setiap batu yang dipecah dengan tangannya, tersusun pondasi talud yang akan melindungi jalan desa.(Pendimbna).












