Viral! Ayunan Cangkul Rido Jadi Simbol Semangat Gotong Royong TMMD 129 Banjarnegara

Sejak pagi, Rido tampak tak henti mengayunkan cangkul untuk meratakan hamparan batu split yang menjadi lapisan dasar jalan rabat beton. Bersama personel Satgas TMMD, ia bekerja penuh semangat demi mempercepat pembangunan akses jalan yang telah lama dinantikan masyarakat, Senin (20/7/2026).
Sejak pagi, Rido tampak tak henti mengayunkan cangkul untuk meratakan hamparan batu split yang menjadi lapisan dasar jalan rabat beton. Bersama personel Satgas TMMD, ia bekerja penuh semangat demi mempercepat pembangunan akses jalan yang telah lama dinantikan masyarakat, Senin (20/7/2026).

BANJARNEGARA – Di balik pembangunan jalan rabat beton Program TMMD Reguler ke-129 Kodim 0704/Banjarnegara, ada kisah sederhana yang mencuri perhatian. Sosok Rido, warga Dusun Kunir, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, menjadi simbol kuat semangat gotong royong yang menghidupkan pembangunan desa.

Sejak pagi, Rido tampak tak henti mengayunkan cangkul untuk meratakan hamparan batu split yang menjadi lapisan dasar jalan rabat beton. Bersama personel Satgas TMMD, ia bekerja penuh semangat demi mempercepat pembangunan akses jalan yang telah lama dinantikan masyarakat, Senin (20/7/2026).

Setiap ayunan cangkul memiliki peran penting. Batu split harus diratakan secara merata agar menjadi fondasi yang kokoh sebelum proses pengecoran dilakukan. Tahapan ini menentukan kualitas dan daya tahan jalan yang nantinya akan digunakan masyarakat selama bertahun-tahun.

Di sekitar lokasi, suasana gotong royong begitu terasa. Anggota Satgas TMMD mengoperasikan mesin molen, mengangkut material, dan menyiapkan adukan beton, sementara warga saling membantu menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan. Tidak ada sekat antara prajurit dan masyarakat. Semua bekerja dengan tujuan yang sama, membangun desa.

Bagi Rido, keikutsertaannya bukan sekadar membantu pekerjaan fisik, melainkan bentuk kepedulian terhadap masa depan desanya.

“Kalau jalannya sudah bagus, kami semua yang merasakan manfaatnya. Jadi sudah seharusnya kami ikut membantu agar pekerjaan cepat selesai,” ujar Rido.

Pembangunan rabat beton sepanjang 737 meter dengan lebar 2,5 meter ini menjadi salah satu sasaran utama TMMD Reguler ke-129. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga, memudahkan distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Desa Gumelem Kulon.

Menurut personel Satgas TMMD, proses penataan batu split merupakan tahapan krusial karena menjadi fondasi utama yang menentukan kekuatan konstruksi jalan. Dengan lapisan dasar yang baik, rabat beton akan lebih kuat, rata, dan tahan terhadap beban kendaraan.

Program TMMD Reguler ke-129 mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa.” Semangat itu tercermin nyata di lapangan melalui kolaborasi erat antara TNI dan masyarakat yang bahu-membahu menyelesaikan setiap pekerjaan.

Di Dusun Kunir, ayunan cangkul Rido bukan hanya meratakan batu split. Di balik setiap gerakannya tersimpan harapan akan akses jalan yang lebih baik, peluang ekonomi yang semakin terbuka, dan masa depan desa yang lebih maju.

Kisah sederhana ini kembali membuktikan bahwa pembangunan bukan hanya tentang alat berat dan beton, tetapi juga lahir dari kerja sama, kepedulian, dan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama membangun Indonesia dari desa.