Banjarnegara – Baru lima hari sejak resmi dibuka, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0704/Banjarnegara langsung menunjukkan hasil yang signifikan. Pembangunan jalan rabat beton di Dusun Kunir, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, telah menembus progres 14 persen, menjadi bukti kuat bahwa kolaborasi TNI dan masyarakat mampu mempercepat pembangunan dari desa.
Sejak pagi, kawasan proyek dipenuhi aktivitas gotong royong. Personel Satgas TMMD dan warga bahu-membahu mengangkut pasir, batu, serta semen, sementara mesin molen terus berputar tanpa henti. Di sisi lain, sejumlah anggota Satgas meratakan adukan beton agar menghasilkan konstruksi jalan yang kuat, rapi, dan tahan lama.
Jalan rabat beton yang dibangun memiliki panjang 737 meter, lebar 2,5 meter, dengan ketebalan 15 sentimeter. Meski pelaksanaan baru memasuki hari kelima, capaian tersebut dinilai menjadi indikator positif bahwa target penyelesaian pekerjaan dapat tercapai sesuai jadwal.
Pasiter Kodim 0704/Banjarnegara, Kapten Inf Koko Suwarko, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat yang setiap hari terlibat langsung dalam pembangunan.
“Alhamdulillah, dalam lima hari pelaksanaan TMMD progres pembangunan rabat beton sudah mencapai 14 persen. Ini merupakan hasil sinergi yang baik antara Satgas TMMD dan masyarakat. Dengan semangat gotong royong seperti ini, kami optimistis seluruh sasaran fisik dapat selesai tepat waktu dengan kualitas terbaik,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari antusiasme warga yang secara sukarela membantu berbagai pekerjaan, mulai dari mengangkut material, mengoperasikan peralatan sederhana, hingga meratakan beton bersama personel Satgas.
Semangat kebersamaan itu sejalan dengan tema TMMD Reguler ke-129, “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri Dari Desa.” Di lapangan, tidak terlihat sekat antara prajurit TNI dan masyarakat. Semua bekerja dalam satu barisan dengan tujuan menghadirkan akses jalan yang lebih layak demi meningkatkan kesejahteraan warga.
Keberadaan jalan rabat beton sepanjang 737 meter tersebut nantinya diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta memudahkan akses menuju sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi desa.
Bagi masyarakat Gumelem Kulon, pembangunan ini bukan sekadar proyek infrastruktur. Setiap meter jalan yang selesai dicor menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong yang terus hidup di tengah masyarakat.
Lima hari mungkin waktu yang singkat. Namun, di Desa Gumelem Kulon, lima hari itu telah menghadirkan perubahan nyata. Progres 14 persen menjadi awal optimistis bahwa pembangunan akan terus melaju hingga tuntas, membawa manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.












