Kabupaten Bengkulu Utara Darurat Karhutla Selama El Nino, 26 Ha Lahan Terbakar

Lahan kebakaran di wilayah Enggano beberapa waktu lalu, Jumat (06/10/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi
Lahan kebakaran di wilayah Enggano beberapa waktu lalu, Jumat (06/10/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi

Flamboyannews.com, Bengkulu Utara – Dalam tiga bulan terakhir, Kabupaten Bengkulu Utara dilanda bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sebanyak tujuh kali.

Peristiwa ini khususnya terjadi selama masa El Nino dan kemarau panjang, mengakibatkan terbakarnya lahan perkebunan dan lahan gambut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bengkulu Utara, Eka Hendriyadi, menginformasikan bahwa sejak awal Juli 2023, tercatat sudah tujuh kejadian Karhutla di Bengkulu Utara.

Baca Juga: Krisis Air Melanda Desa Air Tenang, Warga Alami Kesulitan Pasokan Air Bersih

Eka Hendriyadi menyebutkan bahwa musibah ini menjadi perhatian serius pemerintah, dan tercatat di lima kecamatan di wilayah tersebut.

Berdasarkan data yang diterima, sekitar 26 hektar lahan terbakar di beberapa wilayah, termasuk Kecamatan Pinang Raya, Air Besi, Enggano, Batik Nau, Giri Mulya, dan Ketahun.

“Dari total luas lahan yang terbakar, sekitar 6 hektar merupakan lahan perkebunan dan 20 hektar merupakan lahan gambut,” ungkapnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan imbauan kepada masyarakat Bengkulu Utara untuk menghindari melakukan pembersihan lahan dengan cara dibakar.

Baca Juga: Ratusan Warga Desa Urai Bersatu Tuntut Keadilan atas Lahan Terlantar PTPN VII Ketahun

Hal ini terutama mengingat fenomena El Nino diprediksi akan berlangsung hingga awal November 2023 dan secara keseluruhan hingga Februari-Maret 2024.

Cuaca yang sangat ekstrim selama musim kemarau meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, dan hal ini akan berdampak serius pada kehidupan manusia.

Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan berupaya mencegah kebakaran agar tidak terulang lagi.

Editor : Gina Rivaldo