REJANG LEBONG, flamboyannews.com – Menjalani pengobatan kanker membutuhkan ketahanan fisik dan mental, sekaligus biaya yang tidak sedikit. Bagi Lesi (42), warga Kabupaten Kepahiang, kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penopang penting selama menjalani perawatan dan operasi kanker di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu.
Sebagai ibu tunggal sekaligus orang tua yang menjadi tumpuan keluarga, Lesi mengaku tidak dapat membayangkan besarnya biaya yang harus ditanggung jika seluruh proses pengobatan harus dibiayai sendiri. Terlebih, ia harus menjalani perawatan secara rutin di rumah sakit rujukan di Kota Bengkulu.
“Saya tidak bisa membayangkan betapa besarnya biaya yang harus saya keluarkan jika tidak didukung JKN untuk biaya berobat dan operasi saya. Sekarang saya juga sebagai orang tua tunggal bagi anak-anak saya setelah kepergian suami saya,” ujar Lesi saat diwawancarai, Senin (6/10/2026).
Selama menjalani perawatan, Lesi juga memanfaatkan layanan digital melalui Aplikasi Mobile JKN. Salah satu fitur yang menurutnya sangat membantu adalah antrean online, terutama karena dirinya harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan secara rutin.
“Penting juga bagi peserta JKN, terutama untuk berobat. Karena saya bisa dibilang pasien tetap di Rumah Sakit M. Yunus, saya perlu memakai Mobile JKN sebelum pergi berobat untuk mengambil antrean online dulu,” katanya.
Menurut Lesi, manfaat JKN semakin terasa karena dirinya tidak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk pengobatan dan operasi yang dijalaninya sesuai dengan ketentuan kepesertaan dan pelayanan yang dijamin.
“Tidak ada, tidak ada biaya tambahan, tidak ada biaya apa pun. Itu nol, free, sangat free,” tegasnya.
Lesi juga membantah anggapan mengenai adanya perbedaan pelayanan antara pasien JKN dan pasien umum. Berdasarkan pengalaman selama menjalani perawatan, ia mengaku mendapatkan pelayanan yang sama.
“Kalau dari pengalaman saya tidak ada perbedaan, semua sama. Saya pernah melihat sendiri, tidak ada perbedaan. Ambil antrean sama, pelayanan sama, tidak dibeda-bedakan sama sekali, semuanya sama,” ujarnya.
Hampir dua tahun menjadi peserta JKN, Lesi mengaku program tersebut sangat membantu dirinya melewati proses pengobatan kanker. Dukungan pembiayaan JKN membuatnya dapat lebih fokus menjalani perawatan tanpa dibebani kekhawatiran mengenai biaya pelayanan kesehatan yang harus ditanggung.
“Kesan saya sangat bermanfaat. Terutama saya menggunakan JKN sudah lama, hampir dua tahun saya gunakan. Sangat bermanfaat, sangat berguna dan sangat membantu,” ungkapnya.
Sebagai peserta JKN yang berasal dari Kabupaten Kepahiang, Lesi juga dapat mengakses pelayanan kesehatan lanjutan di RSUD Dr. M. Yunus Bengkulu sesuai dengan mekanisme rujukan yang berlaku. Hal ini menjadi penting bagi pasien dengan penyakit yang membutuhkan pengobatan dan pemantauan secara berkelanjutan.
Bagi Lesi, keberadaan JKN bukan sekadar memberikan akses terhadap layanan kesehatan, tetapi juga membantu mengurangi beban ekonomi keluarga di tengah perjuangannya menjalani pengobatan.
Ia berharap kualitas pelayanan kesehatan maupun layanan JKN terus ditingkatkan sehingga manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.
“Harapan saya pelayanannya terus ditingkatkan. Kalau untuk saat ini sudah bagus, tapi lebih ditingkatkan lagi agar tambah bagus lagi,” pungkasnya.