Flamboyannews.com, Rejang Lebong –Untuk pertama kalinya dalam sejarah Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, seorang perempuan menduduki jabatan tertinggi di struktur birokrasi, Elva Mardiana, S.IP., M.Si., resmi dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda).
Tak sekadar memecah rekor gender, lva hadir membawa semangat perubahan. Dengan pengalaman birokrasi lebih dari dua dekade.
Ia dikenal sebagai pemimpin tegas, disiplin, dan berintegritas tinggi — sosok langka yang kini menjadi harapan baru reformasi pelayanan publik di Rejang Lebong.
Karier Elva dimulai dari bawah sebagai staf pemerintahan desa pada akhir 1990-an. Ia kemudian menapaki jenjang birokrasi di dua kabupaten — Lebong dan Kepahiang — termasuk menjabat sebagai camat dan kepala dinas.
Terakhir, ia memimpin Dinas Penanaman Modal dan PTSP Kepahiang sebelum dipercaya memegang jabatan strategis di Rejang Lebong.
Dengan gelar Magister Ilmu Pemerintahan dari STIAMI Jakarta, Elva tak hanya kuat secara akademis, tapi juga dikenal sebagai pemimpin yang membumi, teliti, dan tangguh.
Di balik kesibukannya sebagai pejabat tinggi, Elva tetap menjalani perannya sebagai ibu dari empat anak dan nenek dari satu cucu. Ia memulai harinya sejak pukul 3 dini hari, salat malam, memasak untuk keluarga, dan tetap hadir tepat waktu di kantor.
“Saya disiplin soal waktu dan komitmen. Pekerjaan kantor tidak saya bawa ke rumah, karena keluarga juga prioritas,” ujarnya. Gaya kepemimpinan seperti ini menjadi inspirasi dan motivasi bagi banyak ASN muda, terutama perempuan.
Sebagai Pj Sekda, Elva langsung menata ulang ritme kerja birokrasi, evaluasi kinerja mingguan, absensi digital, hingga pengawasan disiplin bersama Inspektorat dan Satpol PP. Ia ingin menciptakan lingkungan kerja yang produktif, nyaman, dan fokus pada pelayanan masyarakat.
“Kita harus jadi birokrasi yang melayani, bukan dilayani,” tegasnya.
Penunjukan Elva Mardiana tak hanya mencerminkan keberagaman gender dalam birokrasi, tapi juga menjadi simbol perubahan yang lebih besar.
Rejang Lebong kini punya pemimpin perempuan yang tak hanya mengayomi, tapi juga berani menegakkan kedisiplinan dan menanamkan nilai integritas di seluruh lini pemerintahan.
Editor: Riki Hermanto












