Sepak Terjang Preman Cengkareng Sebelum Dibekuk

tanggan dua menjadi satu

 

Bengkulu FN- Aksi premanisme bukan pemandangan baru di ibu Kota. Meski upaya pemberantasan kerap dilakukan, aksi pemalakan malah tumbuh subur hingga kerap meresahkan warga.

Belum lama ini seorang pemilik Ruko Galaxy Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat, menjadi korban pemalakan yang dilakukan tujuh preman.

Selain pemerasan, mereka bahkan tega melukai korbannya jika tak diberikan sejumlah uang.

Berkat dari laporan para pemilik ruko yang menjadi sasaran premanisme, aksi ketujuh pelaku itu dapat dihentikan. MG alias IM (43), SI alias HI (40), MN (37), VY (50), MA (38), FP (46), dan SN (33) diringkus saat sedang beraksi.

Berikut ini sejumlah fakta sepak terjang para preman Cengkareng saat beraksi:

1. Berkedok Petugas Keamanan

Untuk melancarkan aksinya, komplotan preman ini memakai seragam lengkap bak seorang security. Dengan dalih demi keamanan, mereka menagih uang para pemilik ruko secara paksa.

Mereka bahkan tak segan untuk melakukan intimidasi kepada para pemilik toko jika uang yang diminta tak berhasil didapatkan.

Ancaman merusak toko hingga melukai korban juga kerap dilontarkan para preman.

 

2. Mengaku Pengelola Ruko

Petugas INAFIS mengumpulkan barang bukti di lokasi ledakan ruko Grand Wijaya, Kebayoran Baru, Jakarta , Kamis (12/7). Setidaknya ada tiga ruko yang terimbas rusak parah akibat ledakan yang berasal dari tabung gas tersebut. (Merdeka.com/Imam Buhori)

Sub Unit Jatanras dan Resmob Polres Metro Jakarta Barat langsung bergerak saat menerima pengaduan dari para pemiik Ruko Galaxy Taman Palem Lestari, Cengkareng.

“Kita dari Tim Reskrim Jakarta Barat menerima laporan dari warga bahwa ada aksi premanisme di daerah Cengkareng, khususnya di perumahan ini. Warga di sini dipalakin atau dimintai uang keamanan,” kata Kasat Reskrim Polres Jakbar AKBP EDi Suranta Sitepu.

Bahkan lanjut Edi, bagi yang tidak membayar, jalan di depan rukonya akan di hancurkan, sehingga tidak masuk.

Satu orang pelaku bahkan diburu hingga ke tempat persembunyiannya. Fredy diduga sebagai otak pemerasan dari aksi premanisme yang meresahkan di ruko Cengkareng.

Saat beraksi, Fredy selalu mengaku sebagai pengelola Komplek Ruko Seribu Cengkareng.

3. Diwarnai Suara Tembakan

Ilustrasi Foto Penembakan (iStockphoto)

Bunyi suara tembakan hingga empat kali ke udara mewarnai aksi penyergapan yang dilakukkan petugas saat mencoba mengamankan sejumlah preman yang memakai seragam security.

Para preman ini ditenggarai memeras hingga puluhan juta rupiah selama bertahun-tahun di Kompleks Ruko cengkareng.

Sebelum aksi mereka berhasil diredam, dalam video yang sempat viral di media berbagi video, seorang pelaku sempat mencurigai salah satu petugas yang tengah menyamar.