Indonesia Akan Gabung ke BRICS, Jokowi: Nanti Diputuskan

Presiden Joko Widodo membuka Sidang Umum ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA) ke-44 yang digelar di Jakarta, Senin 7 Agustus 2023. (Flamboyan/TEMPO/Subekti)
Presiden Joko Widodo membuka Sidang Umum ASEAN Inter Parliamentary Assembly (AIPA) ke-44 yang digelar di Jakarta, Senin 7 Agustus 2023. (Flamboyan/TEMPO/Subekti)

Flamboyannews.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo atau Jokowi direncanakan bakal menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi atau KTT BRICS pada 22-24 Agustus 2023 mendatang di Afrika Selatan.

BRICS merupakan kelompok ekonomi negara berkembang yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, Cina, dan Afrika Selatan.

Baca Juga: Susno Duadji Sebut Rocky Gerung Tak Bisa Dihukum soal Hina Presiden: Dia Nomor 2 Pemenang

Kehadiran Jokowi dalam konferensi itu disebut-sebut sebagai upaya Indonesia bergabung menjadi salah satu anggotanya.

Namun, saat dikonfirmasi mengenai hal tersebut, Jokowi belum mau menanggapinya. “Nanti diputuskan (bergabung BRICS),” kata Jokowi di kawasan GBK, Senayan, Seperti dikutip flamboyannews.com dari  tempo.co, Senin (07/08/2023)

Terpisah, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi membenarkan adanya rencana Jokowi akan terbang ke Afrika Selatan untuk mengikuti KTT tersebut. Namun, Retno belum menjelaskan secara detail kapan Kepala Negara tersebut akan berangkat.

Baca Juga: Peringatan Hari Jadi Ke-78 Kota Bengkulu Bakal Meriah, Undang Artis Nasional saat Acara Semarak Merah Putih

Menurut Retno, rencana kunjungan Kepala Negara membutuhkan proses yang tidak mudah.

“Jadi biasanya rencana kunjungan itu baru dapat kami konfirmasikan ke publik kalau semuanya sudah konfirm beberapa hari menjelang kunjungan itu sendiri, kalau sekarang kami masih masih berkoordinasi terus,” kata Retno.

Total perekonomian BRICS diketahui mencakup lebih dari 40 persen populasi dunia dan sekitar 26 persen dari produk domestik bruto global.

Dilansir Reuters, lebih dari 40 negara telah menyatakan minat untuk bergabung dengan kelompok negara BRICS.

Argentina, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuba, Republik Demokratik Kongo, Komoro, Gabon, dan Kazakhstan adalah beberapa negara yang menyatakan minatnya.

Editor : Gina Rivaldo