Flamboyannews.com, Bengkulu Utara – Desa Karya Jaya, yang terletak di Kecamatan Marga Sakti Sebelat (MSS), menghadapi tantangan serius akibat kekeringan yang berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Kekhawatiran pun mulai melanda para petani di desa ini.
Krisis ini dipicu oleh minimnya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir, yang mengakibatkan penurunan drastis debit air di saluran irigasi yang mengaliri lahan pertanian milik petani di Desa Karya Jaya, Kamis (05/10/2023).
Baca Juga: Menikmati Kebahagiaan di Kebun Teh Kabawetan, Wisata Alam yang Mengembirakan
Salah seorang petani sekaligus anggota lembaga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) di Desa Karya Jaya, Hariyadi, mengungkapkan keprihatinannya, “Debit air dari saluran irigasi sudah semakin menipis, “ungkap Hariyadi.
Menurut Hariyadi, satu-satunya solusi yang dapat diupayakan saat ini adalah dengan menyedot cadangan air yang masih tersedia di sungai Mumbang untuk memastikan pasokan air bagi tanaman padi yang masih muda milik petani. Namun, hal ini memerlukan bantuan mesin pompa air.
“Mesin pompa air yang ada saat ini hanya satu dan itu milik pribadi seorang petani. Sementara bantuan mesin pompa air lain hanya bisa dipinjam. Oleh karena itu, mesin pompa yang ada saat ini tidak mencukupi. Solusinya adalah meminjam mesin pompa air dari petani di Desa Suka Baru,” jelas Hariyadi.
Hariyadi menambahkan, ia berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat membantu petani mengatasi kekeringan yang sedang mereka hadapi. Dia khawatir bahwa jika pasokan air ke lahan pertanian terus berkurang, tanaman petani yang saat ini sedang tumbuh akan gagal panen.
Baca Juga: Tragedi Misterius Seorang Ibu Rumah Tangga di Desa Talang Padang
“Harapan kami adalah agar pemerintah dapat membantu mengatasi kekeringan di areal persawahan Karya Jaya ini. Minimal, memberikan satu mesin pompa air untuk mengaliri sawah petani dari sungai Mumbang,” pinta Hariyadi.
Situasi ini menegaskan pentingnya bantuan dan dukungan dari pemerintah dalam mengatasi krisis kekeringan di Desa Karya Jaya dan memastikan keberhasilan panen petani.
Editor : Gina Rivaldo












