Opini  

Kisah Nyata Jilid III: Catatan Kelam Sang Mantan Pecandu Narkoba

Ilustrasi. (Gambar istimewa).(Deni/Flamboyannews.com)
Ilustrasi. (Gambar istimewa).(Deni/Flamboyannews.com)

Program berita Media Online harian yang menyajikan informasi tercepat dan teraktual secara detail dari berbagai bidang secara berita, mulai dari peristiwa politik, hukum, sosial, budaya, ekonomi, dan olah raga, baik dari dalam ataupun luar negri. terdapat laporan lansung tim liputan handal kami dari tempat peristiwa yang bisa di jadikan sumber referensi informasi saksikan Berita-berita, FlamboyanNews.Com agar anda tidak tertinggal informasi.

“Hal yang patut disadari bahwa Narkoba. Penyakit yang merusak tubuh.

Beruntung meski dikecewakan anaknya, orangtuanya segera mengambil langkah membawa Dank Pire ke rehabilitasi. Tak mudah tentu saja. Dank pire menolaknya. Berkali-kali pula ia keluar masuk rehabilitasi. Kambuh dan kumat-kumat lagi.

“Awalnya gak mau direhab. Tidak ada kesadaran untuk rehab namun orangtua memaksa, akhirnya pertama dibawa untuk rehabilitasi, ada penyangkalan dalam diri saya bahwa saya tuh gak bermasalah,’ namun seiring waktu saya merasa itu benar. Saya sakit,” katanya…

Menjalani rehabilitasi sangat tak mudah baginya. Dank pire ‘jatuh bangun’. Keluar masuk rehab. Beberapa kali menjalani ‘treatment’. Perawatan kurang baik akhirnya kambuh lagi. Begitu terus terjadi berulang-ulang.

Saat kondisinya mulai membaik, kambuh lagi.  Peristiwa jatuh bangun itu menyadarkannya bahwa dia belum siap. Dari konseling dia mengetahui  bahwa narkoba adalah penyakit kronis yang perlu disembuhkan.

Penyakit otak. Dank pire menjadi terpikir tidak adanya kesadaran untuk rehab menjadi masalahnya. Dan jika tidak bergaya hidup sehat, tidak memelihara emosi,  maka kecenderungan pemakaian akan kembali ada. Hal-hal yang diberikan saat rehabilitasi tidak dia jalankan sepenuhnya.

“Ini penyakit sehingga niat saja tidak cukup. Sudah tau ini tidak bagus, saya sudah tahap adiksi, karena ini penyakit kronis sewaktu waktu bisa mendorong, kalau saya tidak bisa mengatasi dorongan-dorongan itu, maka akan kambuh,” tuturnya.

Sekian lama Dank pire menjalani rehabilitasi. Niat kesembuhan kian hari kian membesar, setelah jatuh bangun saat treatmen. Dia berkemauan untuk pulih. Pemahaman dan kesadaran bahwa narkoba adalah penyakit yang tak layak dikonsumsi menguatkannya untuk pulih. Bertahap ia harus lalui dengan keras melawan keinginan yang ditolaknya akibat sifat adiksi/ ketergantungan pada narkoba yang sudah diidapnya.

“Saya tidak mau pakai, tapi di tingkat adiksi itu ada tahap-tahapnya. Satu kali pakai saja akan mendorong penyakit itu kambuh. Seperti penyakit diabetes oleh dokter tidak boleh makan gula, jika makan gula berlebihan yaa kambuh,” katanya. (Deni)