Flamboyannews.com, Kepahiang – Polsek Bermani Ilir, Polres Kepahiang, Polda Bengkulu tengah mendalami kasus bunuh diri dengan cara digantung yang dilakukan oleh Gempa Carles, seorang warga Desa Embong Sido, Kecamatan Bermani Ilir, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu.
Menurut keterangan Kapolsek Bermani Ilir, AKP. Desri Zaldi, dari hasil penyelidikan sementara, diduga motif utama di balik aksi bunuh diri ini adalah depresi yang berlebihan.
Baca Juga: Pemkab Kepahiang Gelar Pasar Murah untuk Meringankan Beban Masyarakat
Kapolsek juga mengungkapkan bahwa korban, yang telah kehilangan kedua orang tuanya akibat perceraian selama 10 tahun, kemungkinan besar merasa tertekan dan depresi. Namun, motif pasti dari peristiwa ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Sebelumnya, penemuan mayat Gempa Carles yang tergantung di pohon Jengkol telah menimbulkan kehebohan di masyarakat. Beberapa orang mencurigai kematian tersebut karena adanya beberapa hal yang dianggap aneh, seperti posisi tubuh korban yang terlihat berusaha meraih pohon dan warna hitam di sekujur tubuhnya.
Baca Juga: Perbaikan 4 Jembatan Rusak di Kabupaten Bengkulu Tengah Segera Direalisasikan
Namun, ada juga pendapat yang menyatakan bahwa kematian Gempa Carles murni akibat bunuh diri. Beberapa warga menjelaskan bahwa warna hitam pada tubuh korban bisa disebabkan oleh paparan sinar matahari dan cuaca yang panas selama beberapa hari sebelum penemuan mayatnya.
Di sisi lain, polisi juga mengungkap bahwa Gempa Carles pernah terlibat dalam laporan polisi di Polres Bengkulu Utara beberapa bulan sebelum kejadian ini.
Dia dilaporkan terlibat dalam dugaan tindak pidana penggelapan mobil milik ayahnya sendiri. Informasi ini dikonfirmasi oleh Kapolsek Bermani Ilir, AKP. Desri Zaldi, yang menyatakan bahwa laporan tersebut memang benar adanya.
Reporter : Deni
Editor : Gina Rivaldo












