Secangkir Kopi, Sejuta Makna: Obrolan Hangat Kopka Supriyono Pererat Kemanunggalan TNI dan Warga di TMMD

Suasana itulah yang terlihat saat Kopka Supriyono, anggota Satgas TMMD Kodim 0704/Banjarnegara, memanfaatkan waktu istirahat untuk duduk bersama para tokoh masyarakat, Sabtu (18/7/2026).
Suasana itulah yang terlihat saat Kopka Supriyono, anggota Satgas TMMD Kodim 0704/Banjarnegara, memanfaatkan waktu istirahat untuk duduk bersama para tokoh masyarakat, Sabtu (18/7/2026).

BANJARNEGARA – Kesuksesan program TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 bukan hanya diukur dari pembangunan jalan, talud, atau rumah layak huni. Di Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, keberhasilan juga lahir dari kebersamaan yang terbangun melalui obrolan sederhana antara prajurit TNI dan masyarakat.

Suasana itulah yang terlihat saat Kopka Supriyono, anggota Satgas TMMD Kodim 0704/Banjarnegara, memanfaatkan waktu istirahat untuk duduk bersama para tokoh masyarakat, Sabtu (18/7/2026). Ditemani secangkir kopi, mereka berbincang santai mengenai perkembangan pembangunan desa, kehidupan sehari-hari, hingga harapan masyarakat terhadap masa depan Gumelem Kulon.

Momen sederhana tersebut justru menjadi potret nyata semangat “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, di mana pembangunan tidak hanya dilakukan melalui pekerjaan fisik, tetapi juga melalui hubungan yang hangat antara TNI dan rakyat.

Di tengah padatnya aktivitas pembangunan rabat beton, talud, rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), dan berbagai sasaran fisik lainnya, suasana penuh keakraban itu menjadi ruang untuk saling mengenal dan memperkuat rasa kebersamaan.

Salah seorang tokoh masyarakat mengaku merasa nyaman dengan sikap para prajurit yang terbuka dan mudah bergaul.

“Kalau ngobrol seperti ini rasanya tidak ada perbedaan. Kami merasa seperti berbicara dengan keluarga sendiri. Semoga hubungan baik ini tetap terjalin meskipun TMMD nanti telah selesai,” ungkapnya.

Bagi Kopka Supriyono, komunikasi yang baik merupakan salah satu fondasi utama keberhasilan TMMD. Menurutnya, pembangunan akan berjalan lebih cepat ketika kepercayaan dan kebersamaan tumbuh di tengah masyarakat.

“TMMD bukan hanya membangun jalan atau fasilitas umum. Yang tidak kalah penting adalah membangun rasa saling percaya, kebersamaan, dan semangat gotong royong bersama masyarakat,” katanya.

Kehadiran anggota Satgas yang berbaur dalam kehidupan warga membuat masyarakat merasa dihargai sekaligus semakin terdorong untuk ikut terlibat dalam setiap kegiatan pembangunan. Hubungan yang terjalin pun tidak sebatas antara aparat dan warga, melainkan tumbuh menjadi ikatan kekeluargaan.

Pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 di Desa Gumelem Kulon kembali menunjukkan bahwa pembangunan sejati bukan hanya menghasilkan infrastruktur yang kokoh, tetapi juga memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial.

Di balik secangkir kopi dan tawa yang mengalir di sela pekerjaan, tersimpan makna besar tentang kemanunggalan TNI dan rakyat. Kebersamaan itulah yang menjadi modal utama membangun desa, sekaligus memastikan semangat gotong royong tetap hidup jauh setelah program TMMD berakhir.