Hamid dan Deru Molen yang Menghidupkan Semangat TMMD di Gumelem Kulon

Di balik putaran mesin tersebut, Hamid (30), warga setempat, mengemban peran penting sebagai operator molen yang memastikan pasokan adukan beton tetap tersedia untuk mendukung kelancaran pembangunan.
Di balik putaran mesin tersebut, Hamid (30), warga setempat, mengemban peran penting sebagai operator molen yang memastikan pasokan adukan beton tetap tersedia untuk mendukung kelancaran pembangunan.

Banjarnegara – Deru mesin molen terus mengiringi aktivitas pembangunan di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0704/Banjarnegara di Dusun Kunir RT 01/RW 09, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Sabtu (18/7/2026). Di balik putaran mesin tersebut, Hamid (30), warga setempat, mengemban peran penting sebagai operator molen yang memastikan pasokan adukan beton tetap tersedia untuk mendukung kelancaran pembangunan.

Sejak pagi, Hamid telah berada di lokasi pekerjaan. Dengan teliti, ia mengoperasikan mesin molen untuk mencampur semen, pasir, kerikil, dan air sesuai komposisi yang dibutuhkan sebelum adukan didistribusikan ke titik pengecoran.

Pelaksanaan TMMD yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” tidak hanya melibatkan personel TNI, tetapi juga mengajak masyarakat berpartisipasi aktif. Keterlibatan Hamid menjadi salah satu wujud nyata kolaborasi antara TNI dan warga dalam menyukseskan pembangunan desa.

Meski harus bekerja di tengah debu, terik matahari, dan suara mesin yang terus menderu, Hamid menjalankan tugasnya dengan penuh semangat. Baginya, setiap adukan beton yang dihasilkan akan menjadi bagian dari infrastruktur yang nantinya dinikmati masyarakat.

“Alhamdulillah saya bisa ikut ambil bagian dalam TMMD. Menjadi sopir molen memang melelahkan, tetapi saya bangga karena hasil pekerjaan ini nantinya bisa dirasakan oleh masyarakat, termasuk keluarga saya sendiri,” ujar Hamid.

Kepala Desa Gumelem Kulon, Arif Machbub, mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam mendukung pelaksanaan TMMD. Menurutnya, partisipasi warga menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat penyelesaian berbagai sasaran pembangunan.

“Kami sangat mengapresiasi semangat masyarakat, termasuk Hamid yang setiap hari membantu mengoperasikan molen. Partisipasi seperti inilah yang menunjukkan bahwa TMMD benar-benar menjadi milik bersama. TNI dan masyarakat bekerja berdampingan untuk membangun desa yang lebih maju,” kata Arif Machbub.

Ia menambahkan, pembangunan melalui TMMD tidak hanya menghasilkan infrastruktur yang lebih baik, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab masyarakat terhadap hasil pembangunan.

Di lokasi pekerjaan, suasana gotong royong terlihat begitu kuat. Anggota Satgas TMMD dan warga saling berbagi tugas, mulai dari mengangkut material, meratakan adukan beton, hingga memastikan setiap tahapan pekerjaan berjalan sesuai rencana. Putaran molen yang dioperasikan Hamid menjadi bagian penting dalam menjaga ritme pembangunan.

Bagi masyarakat Dusun Kunir, TMMD bukan sekadar program pembangunan fisik, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antara TNI dan rakyat serta memperkuat budaya gotong royong.

Deru mesin molen yang terus berputar menjadi simbol semangat pembangunan yang tak pernah berhenti. Bersama Hamid, anggota Satgas TMMD, dan seluruh warga, harapan akan desa yang lebih maju terus diwujudkan melalui kerja keras dan kebersamaan.

Melalui TMMD Reguler ke-129 Tahun Anggaran 2026, Kodim 0704/Banjarnegara kembali menunjukkan bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. Sejalan dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa,” setiap tetes keringat yang tercurah menjadi fondasi bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.

(Pendim 0704/Banjarnegara)