Flamboyannews.com, Bengkulu – Pastikan pasien menerima pelayanan prima, Diklat dan Pengembangan SDM, Instalasi Kesehatan Jiwa (Keswa) dan Pokja Akreditasi Komunikasi dan Edukasi (KE) gelar Sosialisasi Tingkatkan pelayanan dan kinerja Rumah Sakit Khusus Jiwa (RSKJ) Soeprapto Bengkulu, Kamis 24/11/2022
Materi sosialisasi, disampaikan oleh pihak RSKJ Soeprapto yakni Ketua Komite Keperawatan, Ns. Arif Budi Hermawan, S. Kep dan Ketua Pokja Akreditasi Komunikasi dan Edukasi, Dr. Lovita Dwi Putri.
Arif dalam penyampaian materi, menjelaskan bila Dalam perspektif kesehatan, penanganan masalah kesehatan jiwa idealnya mudah diakses oleh masyarakat dari berbagai tingkatan usia dan status sosial ekonomi, dan juga dapat mencari informasi di gogel Namun, hal tersebut berbeda jika pelayanan benar dirasakan ketika kerumah sakit langsung, dengan begitu sangatlah penting bagi pekerja memahami materi terkait penanganan pasien, terangnya.
Selain saling bertukar informasi, menurut Arif, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan wawasan mengenai pelaksanaan program kesehatan jiwa, Masalah kesehatan jiwa yang timbul di masyarakat tidak saja berdampak terhadap individu, tetapi juga menyebabkan dampak sosial-ekonomi. Jika tidak ditangani, hal ini dapat menimbulkan masalah sosial, misalnya kekerasan, masalah kesehatan jiwa saat bencana, tindakan bunuh diri, penyalahgunaan napza, serta pemasungan orang dengan gangguan jiwa, sehingga dapat menurunkan produktivitas masyarakat,Dengan itu, para tenaga medis harus mampu melakukan pelayanan kesehatan jiwa oleh tenaga terlatih” tambahnya.
Dari sisilain, Dr. Lovita Dwi Putri menyampaikan bila, Dalam rangka memenuhi Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) Edisi 1.1 dan menambah pengetahuan civitas hospitalia tentang Manajemen Komunikasi dan Edukasi (MKE), sosialisasi ini menjadi sangat penting agar dapat menjalankan strategi komunikasi atau edukasi dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga pasien. Kegagalan dalam berkomunikasi merupakan salah satu akar masalah yang paling sering menyebabkan insiden keselamatan pasien dan dapat pula mengakibatkan konflik dan berujung pada gugatan atau tuntutan hukum, terangnya. (ADV)












