Flamboyannews.com, Bengkulu Selatan – Kabupaten Bengkulu Selatan kini tengah menghadapi tantangan serius terkait kelangkaan beras yang berdampak pada kenaikan harga beras di masyarakat, Kamis (07/09/2023)
Namun, pendekatan yang diambil oleh Bupati Gusnan Mulyadi, SE. MM, untuk mengatasi permasalahan ini patut diacungi jempol. Gusnan Mulyadi telah merespon keluhan masyarakat melalui laman Facebook pribadinya, dan berikut adalah langkah-langkah yang diambil untuk menghadapinya.
Gusnan Mulyadi menjelaskan bahwa Bulog, sebagai Badan Urusan Logistik, tidak menjual beras secara langsung kepada masyarakat. Sebaliknya, beras dijual kepada mitra dan pedagang, yang selanjutnya menyalurkannya kepada masyarakat.
Penjelasan ini membantu masyarakat memahami mengapa mereka mengalami kesulitan mendapatkan beras langsung dari Bulog.
Baca Juga: Drama Gugatan Mantan Bupati Seluma, Pemkab Seluma Bersiap Hadapi Ujian Hukum!
Untuk mengatasi kelangkaan beras, Bupati berkoordinasi dengan mitra Pemerintah Daerah di sebelas Kecamatan untuk menjual beras kepada masyarakat. Ini adalah tindakan positif yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan beras masyarakat.
Pada tanggal 8 September 2023, akan dilakukan pembagian beras bantuan sosial secara gratis kepada pihak yang memenuhi kriteria, terutama masyarakat yang berada dalam kondisi ekonomi yang sulit. Tindakan ini merupakan langkah penting untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Gusnan Mulyadi menegaskan bahwa stok beras di Bulog saat ini mencukupi kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Hal ini memberikan ketenangan kepada masyarakat bahwa tidak akan ada kelangkaan beras yang berlarut-larut, “jelas Bupati Bengkulu Selatan di halaman facebook Gusnan Guldul milik Pribadinya, Rabu (06/09/2023) Kemarin.
Kepala Gudang, Vantho Yudistira, menekankan bahwa Bulog tidak menjual langsung ke masyarakat, melainkan melalui mitra Bulog. Meskipun ada beberapa mitra yang menyalurkan beras, pihak Bulog telah menghentikan sebagian aktivitas penjualan untuk mendukung pembagian beras gratis yang akan dilakukan oleh Pemerintah Daerah.
Baca Juga: Demo ‘Gasing Anggaran’ di Bengkulu Tengah, Transparansi Dana Dikbud Jadi Sorotan
Tentu saja, pedagang yang membeli beras dari mitra Bulog dan menjualnya dengan harga tinggi menjadi masalah. Namun, Vantho mengklarifikasi bahwa tindakan sanksi terhadap mitra Bulog hanya akan diambil jika mereka menjual beras dengan harga melebihi yang telah ditentukan (harga eceran tertinggi/ het).
Pendekatan ini menjanjikan dalam mengatasi permasalahan kelangkaan beras di Bengkulu Selatan. Semoga langkah-langkah inovatif ini tidak hanya memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga mengembalikan stabilitas pasokan beras di daerah tersebut.
Dukungan kita sebagai masyarakat adalah kunci untuk membantu penyelesaian masalah ini. Mari bersama-sama menghadapai tantangan ini dan menjadikannya sorotan positif dalam perjalanan menuju kelangsungan pangan yang lebih baik.
Editor : Gina Rivaldo












