Miris, Jembatan Desa Genting Dabuk Sangat Memprihatinkan

Jembatan penghubung Desa Genting Dabuk dengan Desa Tanjung Kabupaten Kepahiang kondisinya tinggal rangka dan terancam ambruk, Minggu (27/08/2023).Flamboyan/Deni
Jembatan penghubung Desa Genting Dabuk dengan Desa Tanjung Kabupaten Kepahiang kondisinya tinggal rangka dan terancam ambruk, Minggu (27/08/2023).Flamboyan/Deni

Flamboyannews.com, Bengkulu Tengah – Jembatan penghubung Desa Genting Dabuk Kecamatan Pematang Tiga Kabupaten Bengkulu Tengah dengan Desa Tanjung Kabupaten Kepahiang kondisinya tinggal rangka dan terancam ambruk.

Warga Pondok Kubang Bengkulu Tengah, Yanto (36) yang melintas di jembatan itu mengaku kaget lantaran melihat kondisi jembatan yang tinggal rangka.

Padahal saat itu Ia bersama rekannya berencana mengunjungi hajatan kerabat yang berada di Desa seberang.

Baca Juga: Kabar Gembira! Pemutihan Pajak Kendaraan di Bengkulu Diperpanjang Tiga Bulan

“Awalnya saya tidak tahu kalau kondisi jembatannya seperti itu, sehingga saya dan rekan lainnya memilih melintasi jalan Genting Dabuk,” ungkapnya, Minggu (27/08/2023).

Ketika tiba di pangkal jembatan, Ia kaget sebab jembatan tersebut hanya tinggal kerangka dan hanya terdapat 2 keping papan saja lagi.

“Kami sempat ragu untuk melintas, tapi karena perjalan sudah jauh akhirnya kami tetap memaksakan diri melintasi jembatan dengan dibantu rekan lainnya untuk menyeberang,” kata Yanto.

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, kata Yanto, kondisi itu terjadi sejak dua bulan terakhir.

“Bahkan dari informasi warga juga, sudah pernah ada pengendara yang menggunakan kendaraan roda dua terjatuh ke sungai, berikut kendaraannya,” bebernya.

Ditambahkan warga setempat, Tonadi (35), jembatan itu menghubungkan jalan poros di Kecamatan Pematang Tiga, yang tembus ke Lubuk Durian Kabupaten Bengkulu Utara.

Baca juga: Silaturahmi Bersama Eks Napiter di Bengkulu, Kasatgaswil Densus 88: Pentingnya Memahami Pancasila

Dengan kata lain jalan dan jembatan tersebut, satu-satunya jalan penghubung atau akses bagi warga khususnya di Kecamatan Pematang Tiga.

“Jadi perannya sangat vital bagi warga. Kami berharap pemerintah daerah (Pemda) dapat segera memberikan penanganan terhadap kondisi jembatan. Jangan setelah jatuh korban jiwa, baru sibuk untuk melakukan perbaikan,” pungkasnya.

Editor : Gina Rivaldo