Masyarakat Tak Perlu Resah dengan Isu Bocornya Data Kependudukan

FlamboyanNews.Com, Mukomuko – Beberapa hari ini, marak pemberitaan nasional yang mengangkat soal Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI) “membocorkan” data kependudukan ke ribuan lembaga baik pemerintahan maupun suwasta. Data yang dimaksud adalah data pribadi yang terekam Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-e).

Terkait data kependudukan ini sudah dapat diakses oleh sejumlah lembaga juga sudah diakui Mendagri Tjahjo Kumolo.

“Tidak hanya Astra. Seluruh perbankan mayoritas perbankan nasional, BUMN, maupun perbankan swasta, maupun asuransi, termasuk BPR. Termasuk lembaga-lembaga lain. Semua sudah ada kerja sama,” ujar Tjahjo Kumolo, Senin(22/7/2019) dilangsir dari RAKYATKU.COM.

Menyikapi hal ini, Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Mukomuko, Yan Daryat mengimbau kepada masyarakat Mukomuko tidak perlu resah dengan kabar tersebut.

Katanya, sejumlah perusahaan dan lembaga dapat mengakses data pribadi pada rekaman KTP-e itu dengan ketentuan tertentu dan dengan keamanan yang ketat. Bukan untuk merugikan masyarakat.

“Salah satu kegunaannya supaya tidak terjadi penipuan. Sebelum mengakses harus seizin pihak Kemendagri, tidak sembarangan,” bebernya dikonfirmasi rabu (31/7) kemarin.

Justru yang bahaya itu katanya, masyarakat membocorkan sendiri data pribadi walaupun tidak sengaja. Kebocoran data pribadi dapat terjadi jika masyarakat pernah mengunggah KTP-e ataupun Kartu Keluarga (KK) di Media Sosial (Medsos).

Jika itu dilakukan, maka orang yang tidak bertanggungjawab bisa mengaksesnya dengan gampang melalui mesin pencarian google. Ini dapat menjadi cela dimanfaatkan untuk tindakan tidak baik.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk tidak gampang mengunggah data kependudukan di Medsos, ataupun mengirim foto data pribadi melalui aplikasi pengiriman pesan seperti WhatsApp.

“Sebaiknya jangan mengunggah data kependudukan di Medsos,” imbaunya.