Kisah Engga Bobet Tukang Potong Rambut Nusa Indah Tetap Eksis

Engga (37) terlihat sibuk mencukur rambut seorang pelanggan yang datang ke kios Pangkas Rambut Engga Bobet miliknya, Senin.(06/07/2018).(Poto:Peri/Flamboyannews.com)
Engga (37) terlihat sibuk mencukur rambut seorang pelanggan yang datang ke kios Pangkas Rambut Engga Bobet miliknya, Senin.(06/07/2018).(Poto:Peri/Flamboyannews.com)

FlamboyanNews.Com, Bengkulu – Engga (37) terlihat sibuk mencukur rambut seorang pelanggan yang datang ke kios Pangkas Rambut Engga Bobet miliknya

Tak ada yang istimewa dari kios pangkas rambut Engga. Buka berada di pinggir jalan protokol yang ramai, letak kios pangkas rambut Engga terletak di Jalan Nusa Indah, Kecamtan Ratu Agung kota Bengkulu.

Buka sejak pukul 08.00 WIB, Engga menunggu pelanggannya di sebuah kios nya berukuran tak lebih dari 4×6 meter.

Engga biasa menghabiskan waktu menunggu pelanggan dengan tiduran santai sambil main gaem di HP. Tak ada yang istimewa, biasa saja.

Dengan memanfaatkan 2 bangku didalamnya untuk tempat duduk pelanggannya, empat kaca tak terlalu besar diletakkan pada berapa sisi dinding kiosnya.

Tak lupa berbagai gambar model rambut pun terpasang di sisi lain dinding kios sederhana itu.

Namun jika diamati lebih lama, keistimewaan Pangkas Rambut Engga Bobet mulai terlihat. Pelanggan yang datang ke kios nya ini memang beragam, tapi beberapa orang penting rupanya menjadi pelanggan fanatik Engga.

Dengan cekatan Engga melayani pelanggannya yang datang, kain yang cukup lebar dan panjang ia pakaikan kepada seorang pelanggannya.

Entah sudah berapa ribu orang yang mencukur rambut menggunakan jasanya, hingga ia sangatlah lihai menggunakan berbagai peralatan alat cukurnya.

Siang itu, Senen (06/07/2020) datang seorang pria. Sopir truk. Pembawaannya santai dan akrab menyapa Engga seolah teman lama tak bertemu. Keduanya saling bertanya kabar

“Sopir truk mengatakan dia ingin merapikan rambutnya dan mencukur kumis. Obrolan hangat keduanya mengalir selama Engga beraksi dengan sisir dan guntingnya. Sesekali mereka bercanda lepas, lalu bicara serius soal politik..

Hanya sekitar 15 menit, pekerjaan Engga selesai. dengan olesan bedak dan pijatan-pijatan kecil, Engga mengakhiri layanannya dengan mengelap busa dan bedak untuk membersihkan leher Yang dari sisa potongan rambut.

Supir truk mengaku setiap ke Bengkulu, dia selalu menyempatkan diri memangkas rambutnya. Perjalanan yang membawa supir truk dari Bengkulu Utara ke Kota Bengkulu.

“Tarifnya sih murah, tapi mau ke sininya mahal,” kata supir sambil tertawa lepas.

Engga memasang tarif Rp 13 samapai 15 ribu. Terhitung murah bagi pelanggan-pelanggannya. Pria yang memiliki 3 anak ini mengaku tak berniat menaikkan tarif jasanya.

Ia mengatakan, selama itu menghasilkan uang yang halal tak masalah baginya. (PR)