Menteri PUPR, Tinjau Jalinbar Urai Serangai Yang Terkena Abrasi

flamboyannews.com, Bengkulu Utara – Sabtu, (16/3) Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, meninjau Jalan Lintas Barat (Jalinbar) yang terkena abrasi di Urai Serangai, Kabupaten Bengkulu Utara.Peninjauan Menteri PUPR ke 2 titik jalan yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Pusat yang sejak 6 tahun terakhir tergerus ganasnya ombak air laut Samudera Hindia tersebut, juga didampingi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo, sejumlah Dirjen di Kementerian PUPR, Bupati Mian dan jajaran Kementerian PUPR di Provinsi Bengkulu.

Disela-sela meninjau, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menyatakan, jalan nasional Urai Serangai yang terkena abrasi ini, akan ditangani paling cepat dalam tahun ini juga.

Dimana jalan tersebut, meski saat ini tidak lagi menjadi akses utama kendaraan menuju ke Ketahun, Mukomuko dan ke Provinsi Sumatera Barat, karena sudah dialihkan, namun bagi masyarakat di 9 desa di sekitar lokasi masih sangat membutuhkan jalan dimaksud.

Apalagi untuk masyarakat sekitar dilakukan relokasi, diperkirakan tidak akan memungkinkan, karena prosesnya juga sangat sulit. Sehingga satu-satunya langkah yang dilakukan, dengan perbaikan jalan yang terkena abrasi.Ditanya mengenai penanganan jalan nasional lintas barat sepanjang 525 kilometer membentang dari perbatasan Kabupaten Mukomuko hingga ke Kaur yang juga terancam abrasi, diakui Menteri, kondisi memang demikian.

Hanya saja untuk perbaikannya, Pemerintah bersifat mengedepankan yang prioritas, dan menyangkut hajat hidup orang banyak.“Kita cari yang prioritas untuk perbaikan bersifat sesegera mungkin. Apalagi biaya penanganan jalan nasional yang rata-rata memang berada debat dengan bibit pantai ini, membutuhkan biaya sangat tinggi.

Seperti untuk perbaikan jalan abrasi Urai Serangai yang memiliki tebing yang sangat tinggi berkisar Rp 1 sampai 2 miliar permeter,” terangnya.

Dalam kunjungan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono meninjau jalinbar yang terkena abrasi itu, sebelumnya juga melakukan cek jembatan Air Manganyau, di Desa Wonoharjo Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara yang belum selesai pekerjaannya, dan juga menyerahkan r angka baja jembatan kelas A bentang 60 meter kepada Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara.

(Adv/Rp)