Flamboyannews.com, Bengkulu – Insiden tenggelamnya 6 orang pengunjung asal Sumatra Selatan memicu peningkatan kewaspadaan bahaya berenang di kawasan Pantai Panjang, Kota Bengkulu.
Insiden yang menyebabkan 3 orang tewas itu ditindaklanjuti Pemprov Bengkulu bersama Satgas Gabungan yang terdiri dari BASARNAS, BPBD, dan Dinas Pariwisata dengan rencana peningkatan kewasapadaan di Pantai Panjang.
Baca Juga : OTT Pungli SK PPPK Tempuh Pra Peradilan, Begini Penjelasan Kasi Intel Kejari Seluma
Dijelaskan Asisten I Setda Provinsi Bengkulu, Khairil Anwar, ada beberapa poin penting dan strategis untuk mengantisipasi kejadian berulang tenggelamnya pengunjung. Diantaranya melakukan Patroli 24 Jam oleh Petugas Gabungan di sepanjang kawaan Pantai Panjang.
Uji coba direncanakan dimulai pada Sabtu, 6 Mei 2023 oleh petugas gabungan di sepanjang tepi pantai panjang dengan menggunakan sepeda motor trail dan ATV.
Tim Patroli akan dibekali peralatan penyelamatan dan pengeras suara untuk melakukan langkah preventif dan melakukan upaya paksa apabila ada pengunjung yang masih nekat berenang di zona berbahaya.
Baca Juga : Telat Bayar Bebas Denda, Pemprov Bengkulu Kembali Buka Program Pemutihan Pajak
Pemprov Bengkulu juga melakukan pemetaan titik-titik zona berbahaya rawan ombak palung. Selanjutnya akan dipasang tanda balon udara berwarna hijau untuk zona aman, warna kuning untuk zona berhati-hati dan berwana merah untuk zona larangan (berbahaya).
Baca Juga : Berniat Hearing Di Mapolda Gagal, IMM Siapkan Aksi 100 Hari Kasus Penembakan Rahiman Dani
“Untuk pengembangan wisata pantai panjang, Pemprov Bengkulu akan melakukan kajian bersama unsur terkait untuk mengupayakan solusi terbaik persoalan titik rawan palung Pantai Panjang dengan tetap menjaga kelestariannya” jelas Khairil Anwar. (DN)












