Petani di Kecamatan Pinang Raya, Bengkulu Utara Tunda Masa Tanam Akibat Ancaman Kemarau

Para petani Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Utara, Saat menanam bibit padi, Senin (02/10/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi
Para petani Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Utara, Saat menanam bibit padi, Senin (02/10/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi

Flamboyannews.com, Bengkulu Utara – Mayoritas petani padi di Kecamatan Pinang Raya, Kabupaten Bengkulu Utara, memutuskan untuk menunda masa tanam mereka sebagai respons terhadap cuaca kemarau yang tengah melanda wilayah mereka, Senin (02/10/2023).

Ancaman kemarau mengakibatkan penurunan signifikan pasokan air dari sistem irigasi ke lahan persawahan para petani.

Baca Juga: HUT Humas Polri ke-72, Polres Kepahiang Gelar Aksi Kemanusiaan dengan Donor Darah

PPL Pertanian Kecamatan Pinang Raya, Jonatan, menyatakan bahwa petani di Desa Gunung Payung dan Desa Air Sebayur juga mengambil keputusan serupa.

Mereka memilih menunda penanaman padi karena khawatir dengan potensi kerugian akibat dampak kemarau yang saat ini berlangsung.

Jonatan menambahkan bahwa sejak beberapa bulan terakhir, pasokan air ke lahan persawahan telah mengalami penurunan yang cukup drastis.

Meskipun sebagian petani tetap melakukan penanaman di Desa Air Sebayur, luas lahan yang ditanami hanya sebagian kecil dari total lahan persawahan yang ada.

Baca Juga: 20 Sepeda Motor Diamankan dalam Razia Arena Judi Sabung Ayam di Sukaraja

Jonatan mengungkapkan bahwa Dinas Pertanian Bengkulu Utara telah memberikan bantuan berupa mesin pompa air kepada petani di Desa Air Sebayur.

Bantuan ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan pasokan air irigasi ke lahan persawahan, khususnya bagi lahan yang telah terlanjut tanam.

Langkah ini diambil untuk memastikan pasokan air ke areal persawahan tetap terjaga, terutama di tengah kondisi kemarau yang mengkhawatirkan.

Editor : Gina Rivaldo