Kritik Keras Direktur Flamboyan Grup terhadap Kelulusan Pimpinan Bank di Bengkulu

Direktur Utama Flamboyan Grup, Riki Hermanto R. Saat lagi di BPK RI Provinsi Bengkulu
Direktur Utama Flamboyan Grup, Riki Hermanto R. Saat lagi di BPK RI Provinsi Bengkulu

Flamboyan, Bengkulu — Direktur Flamboyan Grup, Riki Hermanto, melontarkan kritik keras terhadap rencana kelulusan salah satu pimpinan bank di wilayah Provinsi Bengkulu yang dinilai sarat persoalan integritas, kepemimpinan, hingga moralitas.

Dalam keterangannya, Riki Hermanto menegaskan bahwa dunia perbankan merupakan sektor yang sangat bergantung pada kepercayaan publik. Oleh karena itu, menurutnya, sosok pimpinan bank harus memiliki rekam jejak yang bersih, profesional, transparan, dan mampu menjaga marwah institusi perbankan.

“Kami menilai sosok tersebut tidak layak untuk diluluskan apabila berbagai dugaan pelanggaran yang berkembang di lingkungan internal benar adanya. Jangan sampai reputasi perbankan di Bengkulu hancur hanya karena mempertahankan figur yang bermasalah,” tegasnya.

Ia menyoroti adanya dugaan pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP), pengambilan kebijakan strategis tanpa mekanisme rapat direksi yang sah, hingga dugaan pengabaian prinsip kehati-hatian perbankan (prudential banking) yang dinilai berpotensi merugikan institusi.

Tak hanya itu, Riki Hermanto juga menyinggung adanya dugaan persoalan integritas yang berkaitan dengan praktik gratifikasi, penyaluran CSR, serta penyalahgunaan kewenangan yang dinilai mencederai prinsip Good Corporate Governance (GCG).

“Kepemimpinan di sektor perbankan tidak cukup hanya soal jabatan. Integritas, moral, dan tanggung jawab kepada publik harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Selain persoalan integritas, ia juga menilai pola kepemimpinan yang otoriter dan tidak transparan telah berdampak pada menurunnya moral kerja karyawan di berbagai lini. Bahkan, kondisi tersebut disebut turut memengaruhi tingkat kesehatan bank yang mengalami penurunan dari TKB 2 menjadi TKB 3.

Menurut Riki Hermanto, regulator dan pihak terkait harus melakukan evaluasi secara objektif, profesional, dan menyeluruh sebelum memberikan kelulusan terhadap pimpinan bank tersebut.

“Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap dunia perbankan runtuh. Evaluasi harus dilakukan secara terbuka demi menjaga stabilitas dan nama baik perbankan di Bengkulu,” pungkasnya.

Time Flamboyan Grup