Dorongan Angkong yang Viral! Kisah Prajurit TNI dan Warga Bangun Harapan Baru di Gumelem Kulon

Pemandangan itu terjadi di Dusun Kunir, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jumat (17/7/2026)
Pemandangan itu terjadi di Dusun Kunir, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jumat (17/7/2026)Pemandangan itu terjadi di Dusun Kunir, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jumat (17/7/2026)

BANJARNEGARA – Di balik megahnya pembangunan desa, ada kisah sederhana yang menyentuh hati. Seorang prajurit TNI dengan seragam loreng tampak mendorong angkong berisi material bangunan di bawah terik matahari. Pemandangan itu terjadi di Dusun Kunir, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, Jumat (17/7/2026), saat pelaksanaan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0704/Banjarnegara.

Aksi Serka Munasibun, anggota Satgas TMMD, menjadi potret nyata bahwa membangun desa tidak selalu dilakukan dengan alat berat. Dengan tenaga, semangat, dan kebersamaan, ia ikut mengangkut pasir, batu, serta semen demi mempercepat pembangunan berbagai sasaran fisik TMMD.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, seluruh personel Satgas bekerja tanpa mengenal lelah bersama masyarakat. Tidak ada sekat antara prajurit dan warga. Semua bergotong royong demi menghadirkan infrastruktur yang lebih baik bagi desa.

Di lokasi pekerjaan, warga terlihat bergantian membantu mengangkut material, mencampur adukan, hingga menyiapkan kebutuhan pembangunan. Kebersamaan itu menjadi wajah asli TMMD, di mana kemanunggalan TNI dan rakyat benar-benar terasa di lapangan.

Serka Munasibun mengatakan, setiap pekerjaan sekecil apa pun memiliki arti besar jika dilakukan untuk kepentingan masyarakat.

“Mendorong angkong mungkin terlihat sederhana. Namun material yang kami bawa akan menjadi bagian dari pembangunan yang nantinya dimanfaatkan masyarakat. Kami ingin seluruh sasaran TMMD selesai tepat waktu dan memberikan manfaat yang nyata,” ujarnya.

Semangat pengabdian tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran Satgas TMMD dinilai bukan hanya mempercepat pembangunan, tetapi juga menumbuhkan kembali budaya gotong royong yang menjadi ciri khas kehidupan desa.

Program TMMD Reguler ke-129 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik berupa jalan, talud, dan fasilitas umum lainnya. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat melalui kerja bersama, saling membantu, dan berbagi semangat membangun desa.

Bagi warga Gumelem Kulon, setiap dorongan angkong yang dilakukan Satgas bukan sekadar mengangkut material bangunan. Di baliknya tersimpan harapan akan akses yang lebih baik, kesejahteraan yang meningkat, serta masa depan desa yang semakin maju.

TMMD kembali membuktikan bahwa pembangunan terbesar lahir dari kebersamaan. Ketika TNI dan masyarakat bekerja berdampingan, setiap tetes keringat menjadi fondasi kuat bagi kemajuan desa dan kesejahteraan rakyat.