BANJARNEGARA – Di tengah hiruk-pikuk pembangunan TMMD Reguler ke-129 Kodim 0704/Banjarnegara, perhatian warga justru tertuju pada sebuah sepeda motor tua. Kendaraan sederhana itu setiap hari hilir mudik mengangkut sak-sak semen menuju lokasi pembangunan di Dusun Kunir, Desa Gumelem Kulon, Kecamatan Susukan, Jumat (17/7/2026).
Motor tersebut milik Tio (38), warga setempat yang dengan sukarela menjadikan kendaraan pribadinya sebagai armada logistik demi mempercepat pembangunan desa.
Sejak pagi, suara mesin motornya tak pernah berhenti terdengar. Berkali-kali Tio melintasi jalan desa membawa material bangunan menuju titik pekerjaan. Meski harus melewati medan yang cukup berat dan mengangkut beban puluhan kilogram, semangatnya tak pernah luntur.
Program TMMD Reguler ke-129 yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” memang bukan hanya menjadi pekerjaan anggota TNI. Kesuksesannya juga lahir dari kepedulian masyarakat yang rela menyumbangkan tenaga, waktu, bahkan kendaraan pribadi seperti yang dilakukan Tio.
“Motor ini memang sudah tua, tetapi kalau masih bisa membantu mengangkut semen untuk pembangunan desa, saya senang memakainya. Ini kampung kami, jadi sudah sewajarnya kami ikut bergotong royong,” ujar Tio usai menurunkan muatan semen.
Aksi sederhana tersebut menjadi inspirasi bagi warga lainnya. Di lokasi TMMD, masyarakat terlihat bekerja berdampingan dengan personel Satgas. Ada yang mengangkut batu, mencampur adukan semen, meratakan material, hingga membantu berbagai pekerjaan fisik lainnya.
Semangat gotong royong itu membuat proses pembangunan berjalan lebih cepat. Jalan, talud, dan berbagai fasilitas desa perlahan mulai terwujud berkat kolaborasi antara TNI dan masyarakat.
Bagi Satgas TMMD, partisipasi warga seperti Tio merupakan bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat bukan sekadar slogan, tetapi benar-benar hidup di tengah masyarakat. Setiap bantuan, sekecil apa pun, menjadi bagian penting dalam menyukseskan pembangunan desa.
Motor tua yang sehari-hari digunakan Tio untuk mencari nafkah kini memiliki makna yang lebih besar. Kendaraan sederhana itu menjadi saksi perjalanan pembangunan Gumelem Kulon sekaligus simbol kepedulian seorang warga terhadap masa depan desanya.
TMMD Reguler ke-129 kembali menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya lahir dari alat berat atau anggaran besar, tetapi juga dari hati yang tulus untuk saling membantu. Dari motor tua milik Tio, tersimpan pesan kuat bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama membangun Indonesia, dimulai dari desa.












