Alokasi Anggaran Rp 500 Juta untuk Perbaikan Tanjakan Jalan Poros Desa Karya Jaya di Bengkulu Utara

Anggota DPRD Bengkulu Utara, Edi Putra, SIP, saat mengawal langsung proses pengukuran pada tanjakan di jalan poros Desa Karya Jaya bersama Dinas PUPR Bengkulu Utara, Jumat (29/09/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi
Anggota DPRD Bengkulu Utara, Edi Putra, SIP, saat mengawal langsung proses pengukuran pada tanjakan di jalan poros Desa Karya Jaya bersama Dinas PUPR Bengkulu Utara, Jumat (29/09/2023).Flamboyan Foto/Suprayogi

Flamboyannews.com, Bengkulu Utara – Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara telah mengalokasikan dana sebesar Rp 500 juta untuk memperbaiki kerusakan akses jalan dari Desa Kota Bani hingga Desa Karya Jaya, Jumat (29/09/2023).

Alokasi anggaran ini diarahkan khususnya untuk menangani permasalahan tanjakan pada jalan poros di Desa Karya Jaya, mengingat titik kerusakan paling parah berada di sana.

Baca Juga: Perbaikan Jalan Menuju Desa Karya Jaya Tunggu Anggaran di Tahun 2024

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkulu Utara dari daerah pemilihan IV, Edi Putra, S.IP., menyampaikan bahwa pada awalnya diusulkan untuk melakukan perbaikan atau perawatan menyeluruh terhadap kerusakan jalan dari Desa Kota Bani, Desa Talang Arah, hingga Desa Karya Jaya.

Namun, mengingat keterbatasan anggaran pada TA 2023, penanganan difokuskan terlebih dahulu pada tanjakan jalan poros Desa Karya Jaya.

Baca Juga: Bantuan BLT Dana Desa Bagi Masyarakat Miskin Ekstrim di Desa Kali, Kecamatan Arma Jaya

Pelaksanaan perbaikan akan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bengkulu Utara sepanjang tahun 2023. Saat ini, pengerjaan belum dimulai karena pihak kontraktor masih berfokus pada penyelesaian pengaspalan jalan di Desa Karang Tengah.

Setelah pengerjaan pengaspalan di Desa Karang Tengah selesai, perbaikan pada tanjakan di Desa Karya Jaya akan segera dimulai.

Informasi ini penting untuk memahami langkah konkret yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara dalam membenahi infrastruktur jalan yang krusial bagi masyarakat setempat.

Editor : Gina Rivaldo