FlamboyanNews.Com, Mukomuko – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mukomuko,Ruri Irwandi disampaikan oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Peralatan dan Perbekalan (Alkal), Eko Fajar Yanto mengatakan bahwa pihaknya menargetkan pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari alat berat pada tahun ini diperkirakan mencapai Rp 50 Juta.Meskipun tidak ada target PAD dari Pemkab Mukomuko.
“Kalau untuk berapa PAD yang dibebankan dari alat berat ini oleh Pemda Mukomuko tidak ada. Kendati tidak ada kita tetap sumbang PAD ke Pemkab Mukomuko, kita upayakan pada tahun ini PAD dari alat berat Rp 50 Juta an,” ungkap Eko diruang kerjanya kemarin, jum’at (26/7).
Dijelaskannya, selama 2019 ini dari Januari hingga Juli ini pihaknya telah menyewakan atau merentalkan empat kali alat berat yang mereka kelola.
Dari empat kali kontrak tersebut, alat berat milik Pemkab Mukomuko telah dirental selama 200 jam atau telah menghasilkan sekitar Rp 36 juta.
“Selama saya disini dari awal tahun sampai sekarang sudah ada empat kontrak, totalnya alat Pemkab dipakai oleh masyarakat sekitar 200 jam,” ungkap Eko.
Katanya, pihaknya memungut sebesar Rp 200 ribu setiap satu jam pemakaian alat berat milik pemerintah. Biaya sewa itu masuk dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi penyewaan aset daerah. Pemungutan biaya sewa itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Mukomuko Nomor 17 Tahun 2017.
“Yang masuk PAD itu sebesar Rp 180 ribu, Rp 20 ribunya untuk bayar operator,” jelasnya.
Tambahnya, alat berat pemerintah ini dapat disewa oleh masyarakat baik untuk kegiatan pribadi maupun dalam melaksanakan kegiatan pembangunan pemerintah, misalkan pihak kontraktor.
Sayangnya, saat ini, hanya ada satu unit alat berat jenis excavator yang bisa dioperasikan dari lima unit yang dikelola. Empat unit alat berat lain jenis Vibro, Bulldozer, Grader dan Wheel Loader sedang tidak bisa dioperasikan.
“Vibro masih kita perbaiki, kita upayakan tahun depan sudah beroperasi, sementara tiga alat berat lainnya masih kondisi rusak,” bebernya.
Eko mengungkapkan bahwa pihaknya sudah mengusulkan untuk pengadaan 2 alat berat mini yakni Escavator kecil Pc 100 dan Buldozer D5.”Kita harapkan usulan kita bisa terealisasi pada tahun ini,”harapnya












