FK-LSM Prov. Bengkulu : KONI, Sangat Membutuhkan Sosok Pemimpin Yang Sudah Selesai Dengan Dirinya

FK-LSM Prov. Bengkulu : KONI Bengkulu, Sangat Membutuhkan Sosok Pemimpin Yang Sudah Selesai Dengan Dirinya
FK-LSM Prov. Bengkulu : KONI Bengkulu, Sangat Membutuhkan Sosok Pemimpin Yang Sudah Selesai Dengan Dirinya

Flamboyannews.com, Bengkulu – Kepemimpinan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu sejak beberapa tahun ini terbilang unik: Siapapun yang menjabat tidak ada yang selesai satu periode. Hal itu menjadikan KONI Provinsi Bengkulu sebagai KONI yang paling rajin melakukan Musyawarah Provinsi (Musprov).

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bengkulu baru-baru ini menetapkan mantan Ketua KONI Mufran Imron dan mantan Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu Hirwan Fuadi menjadi tersangka kasus korupsi dana hibah KONI tahun anggaran 2020 Sebesar Rp 15 miliar, dengan kerugian negara Rp 11 miliar lebih yang tidak bisa dipertanggungjawabkan berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Kedua tersangka dijerat pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat ke 1 ke 1 KUHP.

Tidak hanya KONI Provinsi Bengkulu yang sering tersandung kasus korupsi, Selama berapa periode Gubernur Provinsi Bengkulu menjabat, lagi-lagi Gubernur Bengkulu tersandung kasus korupsi, Layaknya estafet sudah 3 Kali Gubernur Bengkulu Terjerat Kasus Korupsi.

Ketua Forum Komunikasi LSM dan Pers Agus Suparmi/Kisut mengatakan, Provinsi Bengkulu mungkin satu-satunya yang memiliki dilema kepemimpinan. Sejak bebrapa tahun belakangan ini, Ketua KONI ataupun Kepala Daerah Provinsi Bengkulu tidak genap Lima Tahun masa kepemimpinnya.

“Nah mangka dari itu, Saya berharap jika proses di penyaringan dan penjaringan Calon Ketua Umum KONI Provinsi  Bengkulu bekerja secara Profesional dapat mmenghasilkan pemimpin yang berintegritas. Harapan itu sendiri juga ditunjang dengan kinerja para pemimpin KONI nanti agar tidak lagi terjerat kasus korupsi dan fokus bekerja demi kepentingan prestasi olahraga dan mengarumkan nama baik Provinsi Bengkulu”, ungkap tegas, Ketua FK-LSM Agus Kisut. Senen (15/11/2021).

Ketua Forum Komunikasi LSM dan Pers Agus kisut, berpendapat kalau KONI Provinsi Bengkulu sangat membutuhkan sosok pemimpin, yang sudah tidak lagi sibuk mengurusi dirinya sendiri.

Menurutnya, seseorang yang sudah memutuskan untuk menjadi Ketua umum KONI Provinsi Bengkulu adalah sosok yang harus fokus mengurusi segala permasalahan Olahraga, Cabor dan Konida, dan tidak lagi disibukkan dengan masalah pribadi.

Lanjutnya, KONI Provinsi Bengkulu dinilai sangat membutuhkan pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri.

Jika sosok pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya sendiri, dimaksudkan agar pemimpin itu tidak lagi melakukan tindak korupsi. “Tentu saja, dengan tidak melakukan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk memperkaya diri, sosok pemimpin itu bisa berfokus untuk membangun KONI Provinsi Bengkulu kedepan harinya,” Tutupnya.